Berita
Hadirkan Pakar Pendidikan Inklusi, Prodi PGMI Adakan Kuliah Tamu "Menemukenali Kebutuhan Khusus Anak Melalui Identifikasi & Asesmen"

Sabtu, 24 September 2022 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah kembali adakan Kuliah Tamu secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Kuliah tamu kali ini diadakan pada mata kuliah Pendidikan Inklusi yang diampu oleh Prof. Dr. Hj. Zumrotul Mukaffa, M.Si dan Ibu Hernik Farisia, M.Pd.I. Menghadirkan pakar pendidikan inklusi, Ibu Lailil Qomariyah, M.Pd, Program Studi PGMI memfasilitasi para mahasiswa agar lebih memahami materi pada mata kuliah pendidikan inklusi sejalan dengan profil tambahan lulusan prodi PGMI yang mampu mengelola sekolah inklusi.

Sambutan disampaikan langsung oleh dosen pengampu mata kuliah pendidikan inklusi, Prof. Dr. Hj. Zumrotul Mukaffa, M.Ag  memaparkan bahwa meskipun pendidikan inklusi merupakan mata kuliah baru, namun para dosen pengampu berusaha untuk memfasilitasi kebutuhan mahasiswa dengan menghadirkan langsung pakar pendidikan inklusi. “Terabaikannya anak-anak berkebutuhan khusus, bukan karena sengaja diabaikan melainkan karena sebagian besar dari kita kurang memahami kebutuhan mereka” ujar Prof. Zumrotul. Harapannya dengan diadakannya kuliah tamu ini, para mahasiswa bahkan dosen mendapatkan ilmu baru terutama bagaimana mengindetifikasi anak-anak yang terlahir ‘istimewa’ dari pakar yang konsen dalam pendidikan inklusi. Di akhir sambutannya beliau mengungkapkan bahwa “semua anak hakikatnya adalah anak guru, oleh karena itu kita harus mempunyai empati, kasih sayang, perhatian yang luar biasa dan memberikan hak-hak kepada mereka untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan kebutuhannya. Semoga tidak ada lagi anak-anak kita yang terabaikan, oleh karena itu sudah menjadi kewajiban agar kita lebih bisa mengenali dan mengerti kebutuhan mereka yang mempunyai keistimewaan”, tutup beliau.

Dipandu oleh Ibu Hernik Farisia, M.Pd.I, yang juga merupakan dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Inklusi, Narasumber Ibu Lailil Qomariyah, M.Pd memaparkan materi bagaimana menemukenali Kebutuhan Khusus Anak dengan Identifikasi dan Asesmen. Pakar pendidikan inklusi tersebeut memaparkan bahwa ada 4 (empat) kategori identifikasi disabilitas, diantaranya: (1) tidak ada kesulitan; (2) ditemukan sedikit kesulitan; (3) ditemukan banyak kesulitan; dan (4) ditemukan kesulitan total. Tujuan identifikasi ini adalah sebagai screening, pengalihtanganan (referal), mengkategorisasikan kesulitan siswa, menyusun perencanaan  pembelajaran yang sesuai, dan sebagai pemantauan atau evaluasi. Dalam proses identifikasi, seorang guru dapat menggunakan tools berupa observasi Multiple Intelegnces Research (MIR), Tool Identifikasi sederhana yang difasilitasi oleh Kemenag/Diknas, dan Tool identifikasi lengkap dari psikolog berupa kuesioner  KPSP, DSM IV-V WHO.

Seusai pemateri menyampaikan materi, moderator membuka sesi tanya jawab. Peserta yang terdiri dari dosen, guru dan mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan mulai dari ciri-ciri anak berkebutuhan khusus sampai bagaimana cara threatment yang tepat. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama narasumber dan 160 peserta yang hadir dalam ruang zoom.