Berita
Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad saat menerima gelar Doktor Bidang Politik Islam dari Universitas UINSA. (Pca)

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Anwar Sadad sukses menyandang gelar Doktor Bidang Politik Islam. Ini setelah dirinya berhasil menyelesaikan sidang ujian terbuka dalam program Doktor Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (12/6/2023) sore.

Anwar Sadad yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jatim  ini mengungkapkan materi disertasi yang ditelitinya. Dimana disertasi yang diteliti itu berkaitan tentang konteks politik kontemporer. Berjudul Genealogi Politik Islam Indonesia Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Telaah Terhadap Produk Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Perspektif Maqasid al-Shariah). “Saya meneliti tentang dalam konteks politik kontemporer ini, para politikus yang punya background pesantren atau background islam seperti saya ini, dimana menemukan substansi nilai-nilai politik islam itu,” kata Anwar Sadad ditemui di Surabaya, Selasa (13/6/2023).

Berdasarkan penelitiannya tersebut, ia memandang bahwa tidak bisa substansi nilai-nilai islam hanya ditemukan melalui jargon-jargon kampanye. Termasuk juga dalam materi-materi atau slogan-slogan kampanye. Tetapi menurutnya, substansi nilai-nilai islam harus ditemukan dalam sebuah produk kebijakan. “Haruslah ditemukan pada bagaimana lembaga politik yang merupakan produk politik itu, produk partai-partai politik, memproduksi produk-produk kebijakan. Apakah peraturan daerah, apakah peraturan gubernur dan yang lainnya,” jelasnya.

Di samping itu, Anwar Sadad menyebut, sepanjang peraturan daerah atau produk kebijakan tersebut, di dalamnya juga terkandung satu konsep bernama maslahat atau Al-Mashalih. “Maka sebenarnya menurut pandangan para ulama, para pemikir muslim, bahwa sepanjang ditemukan nilai-nilai kemaslahatan, maka sebenarnya itu dapat dianggap atau diklaim atau dilabeli bahwa produk kebijakan itu sudah bernilai dengan syariat islam,” bebernya.

Hal tersebut, kata dia, sekaligus ingin memberikan suatu pandangan bahwa perjuangan politik islam itu jangan berhenti pada simbol-simbol dan lain sebagainya. Akan tetapi, lebih substantif dan harus dilihat apakah produk kebijakan itu punya nilai maslahah atau tidak. “Salah satu pendapat yang saya gunakan adalah teori mengenai haytsuma wujidat al mashalih, fasamma syar’ullah. Dimana ditemukan kemaslahatan maka di sanalah ada syariatnya Allah, jadi perjuangan politik islam ini ya luas, bukan hanya pada partai-partai politik yang identitasnya islam,” tandasnya.

Promotor promovendus, Prof.H.Masdar Hilmy, S.Ag.,M.A.,Ph.D. tak ketinggalan memuji tekad Anwar Sadad menjadi wakil rakyat dan politikus yang menanamkan nilai-nilai keislaman. Ia bangga bisa mengantar Sadad sampai ke detik ini.  “Kami bersyukur akhirnya Anwar Sadad menjadi Doktor. Beliau ini perfeksionis ingin selalu yang sempurna,” pujinya.

Prof Hilmy kesempatan juga mengapresiasi disertasi promovendus sangat bermakna bagi rakyat.  Turut hadir dalam forum ini, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah, Pengasuh Ponpes Salafiyah Jember beserta sejumlah pejabat perwakilan Forkopimda Jatim dan tokoh penting pemerintahan.

Diketahui, Anwar Sadad telah menyelesaikan sejumlah pendidikan bidang politik Islam. Ia merupakan alumnus S1 UIN Sunan Ampel Fakultas Ushuluddin, S2 UIN Sunan Ampel Fakultas Pemikiran Islam dan S3 UIN Sunan Ampel Fakultas Dirasah Islamiyah dan kini menjadi Doktor Bidang Politik Islam. (Pca/hjr)