Berita

SUSUN PANDUAN KEBIJAKAN DAN PENGABDIAN BERBASIS GENDER, INI PESAN WAREK KK UINSA

Peserta menyampaikan gagasan dalam Kegiatan ‘Penyusunan Kebijakan dan Panduan Pengabdian Responsif Gender.’

UINSA Newsroom, Kamis (08/06/2023); “Tentu kami harapkan, produk nanti salah satu output dari sini bukan sekadar buku yang di dalam saku. tapi buku itu menjadi nafas, menjadi gerak, menjadi panduan di lapangan,”

Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si., dalam Kegiatan ‘Penyusunan Kebijakan dan Panduan Pengabdian Responsif Gender.’ Kegiatan ini digelar di Hall Lt. 4 Gedung GreenSA Inn Sidoarjo, pada Kamis-Jumat, 8-9 Juni 2023.

Narasumber: One Widyawati, SKM, M.Kes (Kepala Bidang Kesetaraan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Provinsi Jawa Timur)

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UINSA Surabaya, Dr. Lilik Huriyah, M.Pd.I., dalam laporannya menjelaskan, bahwa kegiatan ini melibatkan peserta yang beragam. Baik dari unsur pimpinan fakultas, unit kerja, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), dosen, serta mahasiswa pegiat PSGA.

Terdapat empat output yang diharapkan dalam kegiatan ini. Pertama, menyusun pedoman Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) Tahun 2023. Salah satu bentuk joint program antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UINSA Surabaya, Dr. Lilik Huriyah, M.Pd.I.

Dijelaskan Kepala PSGA, bahwa masih sedikit daerah yang menjadi pilot project program ini se-Indonesia. Akan tetapi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menginisiasi program serupa ini di tingkat kabupaten untuk desa-desa yang tidak menjadi pilot project. “Sehingga Pemprov Jawa Timur meminta kepada LP2M melalui PSGA dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, agar ada pendampingan dari perguruan tinggi di Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak,” ujar Dr. Lilik.

Selain KKN DRPPA, lanjut Kepala PSGA, di tahun 2023 UINSA juga menggelar KKN Stunting, KKN Pemberdayaan Masjid, KKN Pemberdayaan UMKM, juga KKN Siaga Bencana.

Selanjutnya disampaikan Kepala PSGA, Output Kedua, yakni penerbitan buku saku pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Ketiga, menyusun data pilah gender. Keempat, peningkatan kapasitas tim media dari unsur volunteer mahasiswa.

Wakil Rektor dalam pengarahannya menegaskan, bahwa UINSA Surabaya memiliki distingsi di bidang UCE, University Community Engagement. Hal ini pun gayung bersambut dengan kebijakan pemerintah di bidang pencegahan kekerasan seksual dan pengarusutamaan gender.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si.

Sejak awal, tegas Wakil Rektor, metodologi pengabdian masyarakat yang diterapkan UINSA Surabaya telah menjadikan analisis gender sebagai tools utama. “Mungkin hanya belum ada bungkusnya, belum ada buku sakunya. Atau ada bukunya tapi masih di saku,” imbuh Prof. Muhid.

Kegiatan ini diharapkan Wakil Rektor mampu melahirkan produk yang juga mampu menjadi panduan kegiatan pengabdian masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur di UINSA pun diharapkan mampu menjadi upaya menyemai isu-isu pengarusutamaan gender serta pencegahan kekerasan seksual di seluruh sektor atau unit kerja pada UINSA Surabaya.

Digelar selama dua hari, kegiatan ini menghadirkan One Widyawati, SKM, M.Kes (Kepala Bidang Kesetaraan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Provinsi Jawa Timur) sebagai narasumber. Selain itu hadir pula, Suprianto (Dosen Al Khoziny, dan Direktur PT Manyar Utama Mitra); serta Dr. Hj. Istiadah, M.A., Ketua Asosiasi Pusat Studi Gender dan Anak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Indonesia. (Nur/Humas)