Berita
Undang Dua Fotografer, HMP Ilmu Komunikasi UINSA Selenggarakan Sharing Karier Bagi Mahasiswa

Kamis (15/9) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) mengadakan kegiatan sharing karier dengan alumni melalui seminar. Acara tahunan yang biasa disebut Communication Career Talks atau CCTalks ini sempat diadakan secara daring karena merebaknya pandemi. Namun, akhirnya dapat diadakan secara offline pada tahun ini di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi. CCTalks pada tahun ini mengusung tema “How to be a Professional and Branding Your Photographer Skill in DIgital Era” bertujuan memberikan gambaran mengenai skill fotografi dan karir yang relevan dengan bidang komunikasi.

Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua pelaksana dan ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi. Fikry Zahria Emeraldien, S.I.Kom., M.A. selaku sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh HMP Ilkom UINSA. “Para peserta semoga dapat mengikuti dan menyerap ilmu yang disampaikan oleh narasumber dengan baik serta bisa memanfaatkan ilmu yang sudah didapatkan di kehidupan sehari-hari,” kata dosen yang menempuh pendidikan S-2 di Chinese Culture University, Taiwan.

Seminar CCTalks kali ini mengundang dua fotografer Surabaya, Adam Firmansyah dan Daffa Ammar P. Keduaanya merupakan alumni Prodi Ilkom UINSA dan telah menekuni dunia fotografi sejak masuk kuliah 2017. Daffa yang memiliki jam terbang tinggi di dunia fotografi menjelaskan materi dasar yang mampu dicerna oleh mahasiswa baru, mulai dari mengenalkan jenis kamera, jenis lensa, berbagai macam tools yang ada di kamera, cara mengambil gambar, hingga mengatur komposisi segitiga exposure.

Tidak hanya itu saja alumni dengan sapaan mas Daffa ini juga memberikan tips dan trik untuk mendapatkan gambar yang bagus. Daffa merekomendasikan kepada audiens jika ingin meng-upgrade skill fotografi harus sering praktik. Praktik yang dimaksudnya bisa dengan mengikuti komunitas, melihat tutorial di sosial media, menjadi asisten fotografer, hunting foto, freelance atau ikut wedding organizer, dan sebagainya. Dengan begitu, lama kelamaan juga akan mengerti dan paham sendirinya. 

Pada sesi pertanyaan, terdapat pertanyaan dari audience tentang bagaimana mengatasi ketidakpercayaan diri dengan hasil jepretan. Daffa memberikan penjelasan jika hasil semua jepretan itu merupakan karya terbaik. “Jadi jangan minder, jangan overthinking, setiap foto yang diambil pasti ada konsep, contohnya foto ngeblur, foto abstrak, dan lain-lain.”

Narasumber kedua dalam CCTalks memberikan materi tentang personal branding melalui fotografi.  Adam menjelaskan bahwa seorang fotografer memiliki ciri khasnya masing-masing. Contohnya dapat dilihat dari hasil gambar fotonya memakai tone yang konsisten, atau bisa dari sudut pandang mereka mengambil gambar. Tak lupa juga ia memberikan referensi akun seorang fotografer profesional, agar dapat dijadikan bahan pandangan bagi mahasiswa baru maupun fotografer pemula lainnya.

Adam Firmansyaha ada akhir sesi memberikan tips bagi fotografer pemula jika ingin membranding diri jangan ragu dan takut. Adam menekankan sangat perlu diperhatikan dalam penggunaan hastag (#) dan watermark pada hasil jepretan. “Watermark menjadi penting pada hasil jepretan fotografer. Mengapa? Dengan begitu sang fotografer dapat terbantu dan menciptakan ciri khasnya sendiri,” ungkapnya. (Syifa’/Lisa)