Artikel

Rabu (6/9) mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama semester 3 sangat antusias menuju ke ruang laboratorium Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Gedung 1. Mereka akan mengikuti seminar kepenulisan yang mengangkat tema “Mencari Inspirasai Merangkai Narasi”. Acara Peningkatan Kompetensi Mahasiswa (PKM) tersebut mengundang penulis sekaligus founder neswa.id yaitu Maria Fauzi, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, sekretaris prodi SAA, Dr. Haqqul Yaqin, M.Ag. mengatakan “Dengan acara ini diharapkan seluruh mahasiswa SAA termotivasi untuk menulis. Mahasiswa SAA tidak hanya bisa menjadi seorang fasilitator perdamaian, melainkan juga bisa menjadi seorang penulis yang kesempatannya sangat terbuka di era digital ini.”

“Bagaimana sih cara kita untuk menarik minat dari para mahasiswa zaman sekarang agar tertarik untuk berliterasi?” Pertanyaan itu dilontarkan oleh Maria Fauzi mengingat mahasiswa zaman sekarang kebanyakan bergantung pada ponselnya. Menurutnya, mahasiswa hari ini bisa memanfaatkan media sosialnya untuk mengumpulkan berbagai informasi dan dijadikan sebagai tulisan.

Maria Fauzi menuturkan, menulis adalah salah satu cara untuk mentransformasikan pengetahuan dan memajukan peradaban. Inspirasi bisa didapatkan di mana saja, ia juga mengatakan “Ketika kita mencari suatu inspirasi, kita harus mengaktifkan dan memfokuskan lima panca indra,” jelas Maria. Tidak hanya mencari inspirasi saja, ia juga memberikan wawasan khususnya tentang karakter publik digital yang menyukai story telling.

Melalui story telling, penulis seolah mengajak pembaca bercerita. Publik digital menyukai kisah yang bersifat personal dan human interest. Oleh karena itu, gaya penulisan yang santai, mengalir, dan tidak kaku cenderung lebih disukai. Hal ini berbeda dengan karakter pembaca media offline yang berjarak dengan penulis.

Tak lupa, Maria menunjukkan sejumlah tulisannya yang telah dimuat di berbagai media massa. Ia mengatakan motivasinya menulis didorong oleh rasa penasaran dengan hal-hal yang baru. Menulis juga merupakan pekerjaan yang fleksibel sebab dapat dikerjakan di mana saja, sekaligus bisa menyuarakan diri sendiri dan orang lain yang tidak mendapat keadilan.

Di akhir acara, Maria Fauzi dengan sangat antusias menjawab pertanyaan dari para peserta seminar. Ia juga memberikan reward kepada penanya berupa buku terbarunya yang berjudul “Muslimah Bukan Agen Moral”. Akhir dari seminar tersebut ditutup dengan proses foto bersama dengan narasumber. (Uswatun Khasanah – Mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama)