Berita

Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya sukses mengadakan webinar dengan judul “Fiqih Kelautan: Problematika Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut” pada hari Selasa (6/10/2020). Webinar yang dipandu oleh Andik Dwi Muttaqin, M.T.  ini menghadirkan narasumber Dr. Moh. Mufid, Lc., M.HI., dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Dr. Ir. Hasan Ikhwani, M.Sc. dari Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Dalam paparannya, Mufid yang juga penulis buku berjudul “Al-Quran dan Reklamasi: Fiqh Kelautan Berbasis Maqasid Syariah” ini menyampaikan bahwa cara pandang yang memandang alam sebagai bagian terpisah dari manusia serta paham antroposentris berperan besar terhadap terjadinya kerusakan lingkungan. “Dalam Islam, memelihara lingkungan merupakan kewajiban yang setara dengan kewajiban ibadah-ibadah sosial dan ibadah-ibadah ritual”, tegas Mufid. Lebih lanjut, Mufid memaparkan dengan gamblang mulai dari ontologi, epistemologi, hingga aksiologi fikih kelautan. Selanjutnya, Hasan mengawali paparannya dengan potensi pesisir dan lautan Indonesia yang sangat besar. Namun potensi tersebut belum bisa menjadikan Indonesia berjaya. “Oleh karena itu diperlukan konsep pengelolaan wilayah pesisir dan laut yang berdasarkan prinsip Qur’an yakni sustainable, tidak over exploitation dan tidak merusak lingkungan”, tegas Hasan yang mendapatkan gelar doktornya dari UIN Sunan Ampel.  

Peserta webinar mengatakan bahwa tema yang diusung sangat menarik dan jarang atau bahkan tidak pernah diangkat sebelumnya. Munasik dari Universitas Diponegoro misalnya, setelah mendengar paparan narasumber, tertarik untuk mengupas lebih dalam mengenai surat Ar-Rahman dan kaitannya dengan terumbu karang, salah satu ekosistem spesifik di wilayah pesisir dan laut. Begitu juga dengan Andhika, peserta dari instansi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Timur, yang menanyakan mengenai rekonstruksi fikih tangkap ikan dalam konteks konservasi laut.

Cara pandang dikotomis yang masih membedakan antara ilmu agama dan ilmu umum dalam kegiatan pengelolaan wilayah pesisir dan laut menjadi dasar pelaksanaan webinar ini. “Tema webinar ini sangat dinantikan oleh khalayak karena relatif baru dan sangat berbeda dengan webinar lainnya. Hal ini terlihat dari tingginya respon pendaftaran peserta webinar yang berasal dari berbagai instansi. Selain itu, fikih kelautan juga merupakan salah satu kajian di program studi Ilmu Kelautan UIN Sunan Ampel”, jelas Asri Sawiji, M.T., ketua Program Studi Ilmu Kelautan UIN Sunan Ampel. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel, Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusdiyah, M.Ag., dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa kegiatan webinar ini sangat sejalan dengan konsep paradigma integrasi twin towers UIN Sunan Ampel Surabaya, dan tentunya program studi Ilmu Kelautan sendiri.  “Perguruan tinggi bukan lah menara gading, tetapi bagaimana ilmu ini bisa bermanfaat untuk umat, sesuai dengan peta jalan penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dibuat”, tutup beliau.