Berita

Surabaya – UIN Sunan Ampel Surabaya secara resmi telah memulai pelaksanaan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini diresmikan pada Rabu, 7 Februari 2024 dengan diselenggarakannya acara kick off pelaksanaan MBKM tahun akademik 2023/2024 di Gedung Amphiteater lantai sembilan, Kampus Gunung Anyar UIN Sunan Ampel Surabaya. Dengan antusiasme yang tinggi, segenap pejabat dan jajaran akademis turut hadir dalam acara ini. Tidak hanya itu, mahasiswa peserta MBKM dan mitra MBKM juga ikut serta menyukseskan dan hadir dalam acara ini baik secara luring maupun daring. Suasana keceriaan terpancar dari wajah para mahasiswa yang antusias menjalani program ini. Semangat mahasiswa juga terlihat dari tingginya keterlibatan mereka dalam mengikuti program MBKM ini.

Berdasarkan data yang dipaparkan rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Akhmad Muzakki,M.Ag, Grad.Dip.SEA,M.Phil, Ph.D., ketika menyampaikan laporan pelaksanaan MBKM, total peserta MBKM di UIN Sunan Ampel Surabaya tahun akademik 2023/2024 adalah sebanyak 78 persen dari total angkatan mahasiswa. Itu artinya, terdapat 3.932 mahasiswa peserta MBKM dari 5.036 total angkatan mahasiswa. Tentu, hal ini merupakan awal yang baik dalam memulai progam ini karena antusias mahasiswa yang tinggi.

Fakultas Ushuluddin dan Filsafat merupakan salah satu fakultas di UINSA yang menyambut dengan antusias program ini. Sehingga dalam hal ini, FUF UINSA telah menyiapkan konsep kegiatan MBKM yang terbagi dalam empat skema. Di antaranya adalah asistensi mengajar, student exchange, penelitian/riset, magang dan studi independen.

MBKM penelitian/riset ini menjadi salah satu skema yang banyak diambil oleh mahasiswa. Magang riset di Lajnah Turost Bangkalan misalnya, sebanyak sebelas mahasiswa prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir memilih tempat tersebut sebagai tempat untuk kegiatan MBKM mereka. Di antara mahasiswa tersebut antara lain, Ilzami Zimama Haqq, Dewi Maliha, Fitri Aulia Nisa’, Mar’atus Syarifah, Muhammad Labib Naufal, Siti Rahmawati, Inayatul Mubarokah, Hoirotul Jennah, Maisyaroh Aisya, Izza Nuzilatul Laili, dan Mahdaz Zulfa.

Lajnah Turost sendiri merupakan lembaga peneliti warisan intelektual dan sejarah, di mana mereka banyak mengelola karya ilmiah dan manuskrip ulama yang telah ditulis ulama pada zaman dahulu. Selain itu, Lembaga Lajnah Turost juga melakukan pameran dan pertemuan filolog pesantren nusantara. Tujuan diadakannya pameran tersebut tidak lain adalah mendorong minat dan kepedulian terhadap studi filologi berbasis Islam dan pesantren, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya peran peradaban Islam dan pesantren di Indonesia, baik secara lokal, regional, nasional, maupun global.

Dalam mendukung lancarnya kegiatan MBKM, prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UINSA telah menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi mahasiswa dengan tema “Tantangan dan Prospek Pelestarian Manuskrip Pesantren Indonesia” pada September 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Self Access Center (SAC) lantai tiga UIN Sunan Ampel Surabaya dan dilakukan sebagai bekal untuk mahasiswa khususnya sebagai persiapan kegiatan MBKM. Dalam kegiatan ini pula, prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UINSA melakukan kerjasama dengan Lembaga Lajnah Turost Bangkalan.

Kegiatan magang diawali dengan sesi pembekalan yang dilakukan secara daring melalui zoom meeting. Salah satu mahasiswi magang, Ilzami Zimama Haqq menjelaskan rangkaian kegiatan yang dilakukan selama sesi pembekalan, dimulai pada Senin (12/2), mahasiswa diberikan pengantar awal dan penyampaian misi program serta urgensi penyelamatan warisan intelektual ulama. Kemudian di hari berikutnya, mahasiswa mulai mendapat pembekalan seputar ilmu filologi, kodikologi, dan karakteristik naskah pesantren. Tidak sampai situ, mereka juga diajarkan mekanisme digitalisasi dan katalogisasi manuskrip.

Ilzami juga mengatakan bahwa ia dan teman-teman lainnya sangat antusias dalam mengikuti kegiatan magang di Lajnah Turost tersebut. Ia menjelaskan, antusias mahasiswa terlihat dari keaktifan tiap individu selama sesi pembekalan. “Kalau sudah dikirim link zoom, teman-teman selalu gabung tepat waktu,” ujarnya. Selain itu, Ia mengatakan bahwa adanya kegiatan peningkatan kompetensi mahasiswa bersama Tim Lajnah Turost yang pernah dilakukan sebelum pelaksanaan MBKM, turut membantu mereka dalam memahami materi yang diberikan ketika sesi pembekalan. Selain itu, mereka juga bisa secara langsung bertanya kepada ahlinya dan mendalami ilmu-ilmu yang diberikan melalui sesi pembekalan tersebut.

Sesi pembekalan ini sangatlah penting untuk membantu mahasiswa ketika mulai praktik di lapangan nantinya. Bahkan ilmu saja tidak cukup untuk digunakan bekal praktik nanti. Menurut Ilzami, yang perlu disiapkan selain ilmu adalah effort. “Selain dibutuhkan ilmu yang matang, hal lain yang perlu disiapkan saat praktik nanti adalah effort. Kalau orang ndak punya effort, pasti mereka malas buat ngurusin naskah kuno. Jadi, harus punya effort agar maksimal saat praktik nanti,” tambahnya.

Tim Lajnah Turost berharap dengan adanya program magang ini, semua mahasiswa magang dapat bekerjasama untuk sama-sama menganalisis naskah dan mengumpulkan niat baik untuk menjaga warisan intelektual para ulama terdahulu, agar dapat dinikmati atau diwarisi oleh generasi yang akan datang. Hal ini sejalan juga dengan harapan dari mahasiswa magang, di mana mereka berharap bisa menjadikan orang-orang tertarik dengan warisan intelektual para ulama, menambah pengalaman, ilmu, wawasan, dan menumbuhkan rasa cinta kepada ulama. Selain itu, mereka juga ingin membuat daya tarik masyarakat meningkat dengan adanya kegiatan magang di Lajnah Turost. mereka juga memiliki keinginan untuk melestarikan karya ulama terdahulu dan mengabadikan apa yang sudah mereka perjuangkan, sehingga generasi yang akan datang nantinya dapat merasakan, mempelajari, mendalami, dan mengemban ilmu dari warisan tersebut. (Lidya Karmalia – Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINSA)