
Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) telah menjadi bagian utama dari pembelajaran di KB-RA Darun Najah Sidoarjo, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Sekolah ini menjadi contoh konkret dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang ramah, toleran, dan cinta tanah air sejak dini.
Dengan visi “Terwujudnya Generasi Islam yang Unggul, Cerdas, Kreatif, dan Berakhlakul Karimah”, sekolah ini tidak hanya fokus pada aspek akademik, melainkan juga menjadikan akhlak dan spiritualitas sebagai pondasi utama pembelajaran. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan cinta lingkungan ditanamkan secara konsisten melalui pembiasaan harian.
Dalam kegiatan pembelajaran, anak-anak diajak untuk mengenal ajaran Islam secara menyenangkan, seperti berdoa sebelum belajar, membaca Asmaul Husna, serta sholawat bersama. Bahkan kegiatan ini dipadukan dengan pembelajaran tematik berbasis Kurikulum Merdeka dan integrasi Profil Pelajar Pancasila (P5), seperti gotong royong, kreatif, dan akhlak mulia.
Menurut hasil observasi lapangan, kegiatan di kelas selalu disertai dengan pendekatan ramah anak. Guru menggunakan metode bermain sambil belajar, senam pagi, ice breaking, hingga pemberian reward seperti bintang atau pujian saat siswa aktif. Guru juga menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.
Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler menjadi pelengkap penanaman karakter siswa. Kegiatan seperti drum band, menggambar, dan mewarnai dilakukan setiap minggu dan diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa. Upacara bendera, pawai 1 Muharram, serta kegiatan keagamaan seperti maulid nabi dan khotmil Qur’an dilakukan secara rutin sebagai bentuk pembiasaan cinta tanah air dan tradisi Islam Nusantara.

“Di TK ini, anak-anak tidak hanya diajarkan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana menjadi pribadi yang santun, peduli, dan mandiri,” ungkap Sri Muhandayani, SE, S.Pd, Kepala KB-RA Darun Najah. Beliau bersama guru-guru lainnya aktif menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, kreatif, dan bernuansa Islami.
Dalam hal manajemen, sekolah menunjukkan pola kepemimpinan yang kuat. Kepala sekolah melakukan pemantauan rutin, koordinasi mingguan, serta mengedepankan komunikasi dua arah antara guru, staf, dan orang tua. Bahkan dalam hal penilaian, pendekatan holistik digunakan, dengan memperhatikan aspek motorik, sosial, spiritual, dan kognitif anak yang dilaporkan melalui rapor berbasis Kurikulum Merdeka.
Sebagai bagian dari penguatan nilai Aswaja, pihak sekolah dan yayasan juga rutin melibatkan orang tua melalui forum FORTADA (Forum Orang Tua Darun Najah) dalam kegiatan sosial dan pengembangan karakter siswa. Program-program seperti kunjungan ke rumah teman (home visit), penggalangan dana solidaritas, hingga kegiatan peduli lingkungan seperti Jumat bersih dan pengolahan barang bekas pun menjadi agenda penting.
Dengan semua praktik tersebut, KB-RA Darun Najah Sidoarjo berhasil menunjukkan bagaimana pendidikan usia dini berbasis Aswaja bukan sekadar konsep, melainkan telah diimplementasikan secara menyeluruh — dari kelas hingga ke lingkungan masyarakat.
Dari hasil observasi di KB-RA Darun Najah Sidoarjo, mahasiswa PLP I FTK UINSA dapat memetik pelajaran bahwa pendidikan karakter yang kokoh harus dibangun sejak usia dini melalui pembiasaan yang konsisten, menyenangkan, dan kontekstual dengan kehidupan anak. Integrasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya mengasah kognitif, tetapi juga membentuk akhlak, spiritualitas, dan jiwa kebangsaan. Pendekatan ramah anak, metode bermain sambil belajar, serta keterlibatan aktif orang tua menjadi strategi efektif untuk mencetak generasi unggul berakhlakul karimah. Bagi mahasiswa calon guru, pengalaman ini memperkaya pemahaman bahwa keberhasilan pembelajaran membutuhkan kolaborasi guru, manajemen sekolah, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik, kreatif, dan bernuansa Islami.