Surabaya – Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) telah berhasil menyelesaikan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1 yang dilaksanakan di TK Muslimat NU 200 Kureksari selama periode Juli-Agustus 2025. Kegiatan observasi mendalam ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum, Manajemen Sekolah, serta Budaya Sekolah. Hasil observasi menunjukkan keberhasilan TK Muslimat NU 200 Kureksari dalam menerjemahkan visinya, “Terwujudnya generasi yang berakhlakul karimah, cerdas, mandiri, dan sekolah ramah anak dan lingkungan“, dan berhasil mengintegrasikan visi tersebut ke dalam sistem pendidikan yang efektif.
Visi TK Muslimat NU 200 Kureksari, “Terwujudnya generasi yang berakhlakul karimah, cerdas, mandiri, dan sekolah ramah anak dan lingkungan”, terbukti bukan sekadar slogan, melainkan menjadi nadi yang menggerakkan seluruh aktivitas madrasah. Aspek “Berakhlakul Karimah” diwujudkan melalui program pembiasaan harian yang mencakup kegiatan seperti berdoa sebelum dan sesudah belajar dan makan, penerapan 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Aspek “Cerdas” diwujudkan melalui program pembiasaan harian yang mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan kognitif anak. Selain itu, anak juga didorong untuk gemar belajar dan menumbuhkan pemahaman. Pembiasaan ini juga melatih anak untuk memiliki pola pikir logis, simbolik, dan kemampuan memecahkan masalah. Aspek “Mandiri” diwujudkan melalui program pembiasaan harian yang melatih kedisiplinan dan tanggung jawab, seperti datang tepat waktu ke sekolah, dan mengikuti kegiatan tanpa harus ditunggu orang tua di dalam kelas maupun di sekolah. Aspek “Sekolah Ramah Anak Dan Lingkungan” diwujudkan melalui program pembiasaan harian yang memastikan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan sekolah.
TK Muslimat NU 200 Kureksari adalah lembaga yang maju dan mudah menyesuaikan diri dalam penerapan kurikulum. Kegiatan pembelajaran di TK dilaksanakan melalui bermain yang menyenangkan dan bermakna untuk mendukung tumbuh kembang anak secara holistik-integratif. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing anak, dengan fokus pada pendidikan yang berpusat pada anak. Pembelajaran di TK Muslimat Kureksari dirancang untuk membangun kapasitas anak menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mendukung perkembangan kompetensi serta karakter mereka secara holistik. Selain itu, pembelajaran juga berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan dan relevan dengan konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.


Untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada anak, TK Muslimat NU 200 Kureksari menggunakan kerangka pembelajaran mendalam. Terdapat tiga prinsip pembelajaran mendalam yang diterapkan, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Prinsip berkesadaran berfokus pada kenyamanan peserta didik dalam belajar, serta meningkatkan fokus dan konsentrasi mereka. Prinsip bermakna membuat pembelajaran relevan dengan kehidupan nyata dan pengalaman peserta didik sebelumnya. Prinsip menggembirakan diwujudkan melalui lingkungan pembelajaran yang interaktif dan aktivitas yang menarik. Penerapan prinsip ini tidak harus berurutan dan dapat terjadi secara terpisah maupun simultan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan sistemik yang menyeluruh. Kepemimpinan Kepala TK Muslimat NU 200 Kureksari, Hj. Charidatul Muhasona, M.Pd., yang berperan sebagai pemimpin yang visioner sekaligus teladan disiplin menjadi fondasi utama. Hal ini didukung oleh sarana prasarana yang sangat memadai dan terus dimodernisasi, seperti ruang kelas, alat permainan di dalam dan di luar ruangan, serta halaman yang luas sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan motorik anak. Lingkungan pembelajaran juga dirancang fleksibel untuk mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Observasi PLP I di TK Muslimat NU 200 Kureksari memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa FTK UINSA tentang bagaimana sebuah visi pendidikan dapat diterjemahkan menjadi budaya sekolah yang hidup dan terintegrasi. Mahasiswa belajar bahwa keberhasilan sekolah bukan hanya hasil dari program yang tertulis di dokumen, tetapi dari konsistensi pelaksanaan yang melibatkan semua elemen mulai dari kepala TK Muslimat NU 200 Kureksari, para guru, hingga siswa. Bagi mahasiswa PLP I, ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana pendidikan harus dilaksanakan. Selama berada di TK Muslimat NU 200 Kureksari,mahasiswa merasa sangat senang karena mendapatkan berbagai ilmu, tidak hanya dari materi tertulis, tetapi juga dari pengalaman langsung. Mahasiswa diperbolehkan melihat langsung ke kelas-kelas untuk melihat kondisi nyata, seperti bagaimana cara mengajar yang baik, cara mengelola kelas, dan bagaimana cara berinteraksi dengan anak-anak. Setiap hari adalah pengalaman dan ilmu baru bagi para mahasiswa PLP 1.