Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
August 14, 2025

Mahasiswa PLP I FTK UINSA Pelajari Implementasi Visi METAL di SMPN 27 Surabaya

Mahasiswa PLP I FTK UINSA Pelajari Implementasi Visi METAL di SMPN 27 Surabaya

Pada hari senin, 28 Juli 2025, seluruh mahasiswa Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I. Kegiatan ini merupakan program wajib bagi seluruh mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), kecuali program studi Manajemen Pedidikan Islam. Penempatan mahasiswa di sekolah telah diatur oleh pihak laboratorium FTK berdasarkan hasil dari pengisian google form. Setiap kelompok beranggotakan 10 mahasiswa yang terdiri dari 3 program studi (Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan IPA) yang ditempatkan di SMPN 27 Surabaya untuk melaksanakan PLP I selama 11 hari.

Pembukaan kegiatan dan serah terima mahasiswa dilaksanakan oleh dosen pembimbing lapangan kepada  pihak sekolah, menandai dimulainya PLP I di SMPN 27 Surabaya. Kepala sekolah, ibu Sri Wening Ing Tyas Handayani, M.Pd menyambut mahasiswa dengan hangat dan memberikan arahan mengenai berbagai program dan pembiasaan yang berlaku di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah awal kepada para mahasiswa untuk mengenal kultur sekolah, memahami pola kerja tenaga pendidik, dan mempelajari sistem adiministrasi serta pembelajaran secara langsung. Sebagai mahasiswa, tidak hanya sekadar mengamati akan tetapi ikut serta dalam kegiatan sekolah sehingga dapat memahami dinamika pendidik lapangan.

SMPN 27 Surabaya memiliki visi dan misi yang cukup menarik, unik dan mudah diingat, yaitu METAL (Mewujudkan generasi yang Madani, Empati, Tangguh, berwawasan Adiwiyata, dan berliterasi). Visi sekolah diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan nyata yang terealisasikan dengan berbagai program yang menjadi rutinitas SMPN 27 Surabaya, diantaranya yaitu pembiasaan 6S, program murottal Al-Quran sebelum dimulainya kegiatan pembelajaran, kegiatan literasi bahasa, program BTQ, dan setiap hari jum’at terdapat 3 kegiatan sekaliagus dalam satu waktu yaitu pelaksanaan shalat dhuha berjamaah yang dilanjut dengan istighosah, senam ceria, dan kegiatan jum’at bersih yang disebut dengan istilah JUMTAQSESI sebagai salah satu bentuk penerapan dari visi sekolah dan sebagai bentuk rasa cinta terhadap lingkungan dengan pelaksaan yang bergilir pada setiap jenjangnya.

Visi “Madani dan Empati” diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kesopanan, yang diterapkan dalam kegiatan 6S setiap paginya. Nilai empati dapat dilihat dari adanya peserta didik ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang diterima dan dibimbing di SMPN 27 Surabaya. Kehadiran mereka membuat peserta didik lain belajar memahami perbedaan, saling membantu, serta menciptakan suasana belajar yang ramah dan inklusif. Sikap saling peduli ini terlihat dalam keseharian, seperti saat teman-teman membantu ABK dalam kegiatan kelas, mengajak bermain, atau mendampingi saat kegiatan luar ruangan.

Penerapan visi “Tangguh” diwujudkan melalui berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang kuat, berprestasi, dan mampu menghadapi tantangan. Hal tersebut terbentuk alam kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, dan Paskibraka.

Sebagai sekolah yang telah meraih predikat sekolah “Adiwiyata” Tingkat Provinsi, SMPN 27 Surabaya memiliki komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan. Sekolah ini sudah tidak lagi menggunakan sampah plastik sekali pakai dalam kesehariannya sehingga seluruh warga sekolah dianjurkan untuk membawa kotak makan dan tumbler tersendiri. Selain itu, sekolah juga mengembangkan program hidroponik yang melibatkan peserta didik secara langsung dalam menanam dan merawat sayuran dengan sistem tanam modern. Hasil panennya tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi, tetapi juga menjadi media pembelajaran tentang kemandirian dan tekonologi pertanian.

Adanya kegiatan “Literasi” diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan berbahasa dan memperluas wawasan. Program Literasi bahasa dilakukan secara terjadwal, seperti literasi Bahasa Indonesia setiap hari selasa, literasi Bahasa inggris pada hari rabu dan jum’at, dan pada hari kamis terdapat literasi Bahasa jawa yang dikenal dengan istilah Kamis melipis.

Dengan penerapan nilai Madani, Empati, dan Tangguh yang selaras dengan wawasan Adiwiyata dan semangat Literasi, SMPN 27 Surabaya membuktikan bahwa visi METAL bukan sekedar slogan, melainkan arah nyata untuk membentuk generasi yang berkarakter, cerdas, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui program-program unggulan, budaya positif, serta lingkungan yang inklusif, sekolah ini menjadi rumah kedua yang menumbuhkan potensi setiap peserta didik agar berkembang optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan sekolah.

Pelaksanaan PLP I di SMPN 27 Surabaya menjadi pengalaman bermakna bagi mahasiswa FTK UINSA untuk memahami peran guru secara utuh, bukan hanya sebagai pengajar materi, tetapi juga pembentuk karakter, fasilitator nilai-nilai moral, dan penggerak budaya positif di sekolah. Melalui interaksi langsung dengan program unggulan seperti pembiasaan 6S, JUMTAQSESI, literasi bahasa, penerimaan siswa berkebutuhan khusus, hingga pengelolaan lingkungan ala sekolah Adiwiyata, mahasiswa belajar bagaimana visi dan misi sekolah dapat diimplementasikan secara konsisten dalam keseharian. Pengalaman ini menanamkan kesadaran bahwa menjadi pendidik berarti memadukan pengetahuan, keterampilan sosial, kepedulian lingkungan, dan empati dalam satu kesatuan yang harmonis. Kehadiran mahasiswa PLP I FTK UINSA di SMPN 27 Surabaya menjadi bukti nyata kontribusi calon guru profesional yang siap membawa semangat perubahan positif di dunia pendidikan.

Spread the love

Tag Post :

Categories

Berita