Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
August 15, 2025

Jam Ke-0 sebagai Model Pembinaan Kedisiplinan Di SMAN 15 Surabaya: Refleksi Mahasiswa PLP I FTK UINSA

Jam Ke-0 sebagai Model Pembinaan Kedisiplinan Di SMAN 15 Surabaya: Refleksi Mahasiswa PLP I FTK UINSA

Jam Ke-0 adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin sebelum pelajaran pertama dimulai di SMAN 15 Surabaya. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dengan durasi ± 30 menit. Program ini bertujuan sebagai sarana pembinaan, sosialisasi, dan evaluasi siswa untuk menegakkan tata tertib sekolah sekaligus memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan Jam Ke-0 bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, sehingga isi kegiatannya dapat bervariasi setiap minggunya. Beberapa kegiatan yang umum dilaksanakan antara lain:

  1. Pembinaan Wali Kelas

Pada momen ini, wali kelas memberikan pengarahan terkait tata tertib, kedisiplinan, dan sikap siswa. Wali kelas juga melakukan pengecekan kehadiran dan kerapian, sekaligus membina siswa yang melakukan pelanggaran. Pembinaan dapat dilakukan secara umum di kelas atau secara khusus bagi siswa yang mendapatkan pembinaan tambahan di aula sekolah.

  1. Upacara Bendera

Upacara bendera dilaksanakan setiap tanggal 17 setiap bulan sebagai bentuk penghormatan kepada bendera Merah Putih dan pembinaan karakter kebangsaan. Selain itu, sekolah juga mengadakan upacara tematik yang melibatkan pihak luar, misalnya Upacara bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk memberikan sosialisasi keselamatan berkendara kepada siswa. Pada momen tertentu, upacara juga digunakan untuk kegiatan seremonial seperti Serah Terima Jabatan (Sertijab) OSIS yang menjadi simbol pergantian kepengurusan organisasi siswa.

  1. Sosialisasi

Jam Ke-0 sering dimanfaatkan untuk kegiatan sosialisasi yang bersifat edukatif. Contohnya adalah Sosialisasi Gizi Seimbang oleh Dinas Pertanian yang memberikan pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya pola makan sehat. Selain itu, ada juga Screening Kesehatan Mata yang dilakukan oleh tenaga medis untuk memeriksa kondisi penglihatan siswa secara menyeluruh. Sosialisasi lainnya dapat mencakup tema kesehatan, lingkungan, atau program sekolah sesuai agenda yang telah ditentukan.

  1. Senam Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH)

Senam KAIH dilaksanakan untuk membiasakan siswa hidup sehat, aktif, dan bugar. Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran antar jenjang kelas. Misalnya, pada minggu pertama kelas X yang senam, sedangkan kelas XI dan XII sarapan bersama, lalu berganti pada minggu berikutnya. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk kebugaran fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan antar siswa.

Jam Ke-0 di SMAN 15 Surabaya menjadi wadah pembinaan karakter, peningkatan kedisiplinan, serta pengembangan wawasan siswa melalui kegiatan yang variatif. Dengan adanya pembinaan wali kelas, upacara, sosialisasi, dan senam, sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

Melalui observasi kegiatan Jam Ke-0 di SMAN 15 Surabaya, mahasiswa PLP I FTK UINSA dapat belajar bahwa pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan rutin yang terstruktur sebelum pembelajaran dimulai. Pendekatan variatif seperti pengarahan wali kelas, upacara bendera, sosialisasi tematik, dan senam bersama menunjukkan bahwa pendidikan yang efektif menuntut sinergi antara pembentukan sikap, penanaman nilai kebangsaan, dan peningkatan kesehatan fisik. Mahasiswa juga dapat memahami pentingnya fleksibilitas program sekolah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual, sekaligus memanfaatkan momen-momen kebersamaan untuk membangun budaya positif di lingkungan pendidikan.

Spread the love

Tag Post :

Categories

Berita