UIN Sunan Ampel Surabaya
January 7, 2026

JAGA JARIMU UNTUK MARWAH UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

JAGA JARIMU UNTUK MARWAH UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Oleh: SYAFRINA WILDANIA, S.E

Di perkembangan digital telah merubah tatanan manusia untuk berinteraksi, berkomunikasi serta mengekspresikan diri. Sentuhan Jari menjadi sebuah representasi dan ekspresi diri serta identitas ataupun cerminan diri dan institusi tempat kita bernaung. Setiap unggahan, komentar dan reaksi yang ada pada civitas akademika UIN Sunan Ampel Surabaya terhadap sesuatu yang fenomenal atau trend saat ini secara tidak langsung merupakan gambaran nilai, etika, dan Marwah UIN Sunan Ampel sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Oleh karena itu topik “Jaga Jarimu Untuk Marwah UIN Sunan Ampel” sebagai pengingat di saat kebebasan berekspresi di media sosial harus berjalan dengan tanggung jawab moral dan etika. Topik ini juga merupakan bentuk realisasi dari visi dan misi UINSA dan mempunyai keterkaitan erat dengan konteks internalisasi nilai-nilai UINSA yang harus tercermin dalam perilaku digital dalam ruang digital. Artikel ini layak dibaca karena menjadi pengingat dan ajakan praktis bagi civitas akademika untuk lebih bijak bermedia digital.

Media Sosial serta aplikasi dari platform digital kini menjadi ruang baru yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial menjadi ruang bagi setiap orang untuk berbicara, menulis dan berbagi informasi yang sangat massif. Dalam UUD 1945 Pasal 28 dan UU ITE Indonesia menjamin kebebasan berekspresi dan berpendapat di media sosial. Namun, kebebasan tersebut memiliki batasan yang sudah ditentukan oleh norma, etika dan nilai moral. Kebebasan berekspresi di media sosial harus disertai dengan rasa tanggung jawab moral dan etika. Unggahan maupun pesan merupakan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan maka dari itu harus ada prinsip tabayyun, kejujuran serta menjaga jari ketika berinteraksi di ruang maya.

Implementasi kebijakan bermedia sosial di UIN Sunan Ampel Surabaya diarahkan untuk memastikan bahwa pemanfaatan media sosial oleh sivitas akademika berjalan secara bertanggung jawab dengan adanya program “Sekolah Digital” yang digawangi oleh Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai implementasi dan tanggung jawab kampus untuk menambah literasi digital kepada civitas akademik. kebijakan ini mendorong adanya sosialisasi dan literasi bermedia sosial sehingga civitas akademika UINSA mampu memilah informasi, menghindari hoaks serta memahami konsekuensi hukum dan sosial dari aktivitas digital. Dengan begitu, UIN Sunan Ampel Surabaya mampu menciptakan ekosistem digital yang sehat, edukatif dan mencerminkan karakter kampus islam yang moderat, humanis, serta berkeadaban.

Implementasi etika dan kebijakan bermedia sosial di UIN Sunan Ampel Surabaya memberikan dampak positif bagi penguatan citra dan kualitas institusi. Kebijakan bermedia sosial berkontribusi pada penguatan karakter civitas akademika. Kesadaran etika digital menumbuhkan sikap professional, moderat dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi. Sehingga terbentuk keharmonisasi internal, menurunnya potensi konflik akibat miskomunikasi di ruang digital, serta meningkatnya budaya saling menghargai dalam perbedaan pandangan. Secara singkat dampak positif dan keunggulan tersebut memperkuat posisi UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai kampus Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berintegritas dalam komunikasi publik, serta konsisten menjaga marwah institusi di era digital.

UIN Sunan Ampel Surabaya memiliki kekhasan dalam bermedia sosial, UINSA mengarusutamakan moderasi beragama dan sarana dakwah intelektual bukan hanya sekedar promosi institusi. Konten yang disajikan tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan reflektif. Dengan kekhasan tersebut, UIN Sunan Ampel Surabaya hadir sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digital, tetapi juga konsisten menjaga marwah, nilai dan karakter institusi di ruang digital.

Spread the love

Tag Post :

Categories

Column, Column UINSA