
Surabaya, 14 Agustus 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Kegiatan Penjelasan dan Supervisi Penggunaan Peralatan Laboratorium Microteaching serta Safety Induction pada Kamis (14/8). Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memastikan kelancaran dan keamanan perkuliahan microteaching Semester Gasal 2025/2026, sekaligus membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis dan etika penggunaan laboratorium.
Lebih dari 600 mahasiswa dari tujuh program studi — S1 Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan IPA — mengikuti kegiatan ini. Mereka terbagi ke dalam 60 kelompok kelas dan menjalani pelatihan dalam 7 sesi yang berlangsung di tiga laboratorium microteaching FTK.
Pelatihan dipandu langsung oleh Pranata Laboratorium Pendidikan Ahli Pertama di masing-masing laboratorium, yakni Reni Wulandari, M.Pd di Lab Micro A (301), Muhammad Syahru Ahmad, M.Pd di Lab Micro B (307), dan Desy Indarwati, M.Pd di Lab Micro C (304).


Materi kegiatan meliputi penjelasan teknis pelaksanaan microteaching, penggunaan peralatan laboratorium, SOP Laboratorium Microteaching, serta Safety Induction terkait kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan laboratorium. Melalui penjelasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami prosedur, mengoperasikan peralatan dengan benar, serta meminimalkan risiko selama kegiatan praktik mengajar.
“Microteaching bukan hanya soal keterampilan mengajar, tetapi juga disiplin, kerapian, dan keselamatan kerja di ruang praktik. Dengan pembekalan ini, kami ingin memastikan mahasiswa siap secara teknis dan bertanggung jawab saat menggunakan fasilitas laboratorium,” ujar salah satu pemateri.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Mahasiswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung dan mencoba mengoperasikan peralatan sesuai SOP.
Kegiatan ini menjadi komitmen FTK UINSA dalam mencetak calon guru profesional yang tidak hanya unggul dalam pedagogi, tetapi juga terlatih dalam manajemen kelas dan keselamatan kerja. Dengan persiapan matang ini, semester gasal 2025/2026 diharapkan menjadi ajang praktik microteaching yang optimal, aman, dan bermutu tinggi. (LabFTK/Dee)