
UINSA Newsroom, Selasa (26/08/2025); Senin, 25 Agustus 2025, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar yudisium 10 angkatan Peserta Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2025 di Ruang Sidang Lt. 3 Tower KH. Mahrus Aly Kampus A. Yani UINSA Surabaya. Yudisium yang diikuti 391 peserta ini digelar secara hybrid dan dikukuhkan langsung Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., selaku Pimpinan Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) UINSA Surabaya. Kelulusan ratusan dosen ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Nomor 1174 Tahun 2025. SK tersebut diterbitkan pada 14 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan, bahwa hanya rasa syukur yang harus dipanjatkan. Karena ada begitu banyak dosen yang mengantri untuk bisa ikut PKDP tapi hanya sebagian kecil yang terpilih untuk mengikuti kegiatan ini. “Itu artinya saudara sekalian mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” ujar Prof. Muzakki membuka sambutan.

Karenanya rasa syukur itu harus ditingkatkan dengan menunaikan tugas dan jabatan sebagai dosen di satker masing-masing. Rektor juga menegaskan, saat ini penting bagi dosen untuk bisa tampil sempurna dan all out dalam hal pembelajaran.
Mengingat, semakin majunya teknologi Artificial Intelligence menjadikan peserta didik memiliki banyak pilihan sarana pembelajaran yang sangat memungkinkan untuk menggantikan peran dosen. “Kalau hanya untuk memuaskan dahaga intelektual mereka bisa mengakses semua informasi yang dibutuhkan. Saat perkembangan teknologi informasi sudah sehebat itu, lalu kita tampil biasa-biasa saja, jika kita tidak tampil sempurna maka kita sudah digantikan oleh IT,” terang Prof. Muzakki.

Rektor juga menegaskan, bahwa program PKDP bukan sekadar formalitas untuk pemenuhan syarat administratif. Menurutnya, ini adalah komitmen UINSA sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) untuk mendorong transformasi kompetensi para dosen.
“Program ini kami rancang untuk menggeser paradigma, dari sekadar kepatuhan administratif menjadi kinerja yang substantif dan bermakna,” ujar Prof. Muzakki. “Lulusan PKDP diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa budaya mutu dan inovasi di institusi masing-masing,” tambahnya.

Kegiatan PKDP sendiri telah dilaksanakan secara intensif sejak 22 Juli hingga 7 Agustus 2025. Selama periode tersebut, para peserta dibekali berbagai materi yang mencakup In Service Course (ISC) 1, On The Job Course (OJC), dan In Service Course (ISC) 2. Acara yudisium yang dimulai pukul 13.45 WIB ini juga diisi dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta oleh Rektor.
Salah satu perwakilan peserta dalam testimoninya mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan. “Kami tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga jaringan yang luas dan wawasan baru tentang bagaimana menjadi pendidik profesional di era digital,” katanya

Sesuai undangan nomor B-2576/Un.07/01/R/PP.00.9/8/2025, setiap angkatan mengirimkan tujuh orang perwakilan untuk hadir secara luring dengan mengenakan pakaian kemeja putih, jas, dan dasi merah. Sementara peserta lainnya mengikuti jalannya acara secara daring. Sebagai tanda kelulusan, seluruh peserta yang dinyatakan lulus berhak menerima sertifikat.
“Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu peserta Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang diselenggarakan oleh UINSA. Pengalaman ini sungguh luar biasa,” ujar Puji Ika Rahayu, M.Psi., dalam sambutan penyampaian testimoni mewakili peserta.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Nur Ahadiyah, Kotawaringin Barat Peserta PKDP Angkatan 9 ini juga menyampaikan, bahwa selama mengikuti PKDP di UINSA, para peserta tidak hanya dilatih untuk disiplin. Tetapi juga dibimbing para tenaga pengajar profesional dengan materi-materi yang menarik dan relevan. Salah satu hal praktis yang menurutnya sangat bermanfaat adalah bisa belajar dan menguasai Google Classroom untuk menunjang proses pembelajaran.
“Selain itu, saya juga sangat terkesan dengan kepanitiaan yang sangat responsif dan selalu siap membantu kami selama proses kegiatan. Keseluruhan pengalaman yang sangat positif ini membuat saya sangat tertarik dan termotivasi untuk melanjutkan studi S3 di UINSA di masa depan. Terima kasih UINSA!” tukas Puji. (Nur/Humas)

Redaktur: Nur Hayati
Foto: Mualam
Highlight: MN. Cahaya