Berita

UIN Sunan Ampel Surabaya

Thursday, 25 August 2022

UINSA ADAKAN SEKOLAH TATA KELOLA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

UINSA Newsroom, Kamis (25/08/2022); Dalam rangka memenuhi sistem manajemen mutu, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, mengadakan, “Sekolah Tata Kelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Pilar Prestasi Kerja UIN Sunan Ampel Surabaya” yang berlangsung di Gedung GreenSA Inn Sidoarjo dan diadakan selama dua hari, pada hari Senin-Selasa tanggal 24-25 Agustus 2022.

Kegiatan ini secara resmi dibuka Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. Hj. Wiwik Setiyani, M.Ag. Warek AUPK menyampaikan, bahwa penyusunan dokumen K3 dilakukan dengan beberapa tahapan yang meliputi Plan, Do, Action, Check.

Sekolah Tata Kelola K3 ini dihadiri pimpinan universitas; Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK); Dekan; Dosen Fakultas Sains dan Teknologi; Bagian Umum; serta Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan UINSA Surabaya.

Sebagai Narasumber di hari pertama adalah Dr. Adithya Sudiarno, ST, MT, IPM, ASEAN Eng selaku Dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS Surabaya yang juga menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Evaluasi Organisasi. Dr. Adithya menyampaikan materi tentang penyusunan pedoman K3 ditingkat Universitas. “Penerapan budaya K3 di perguruan tinggi penting dilakukan karena mempunyai beberapa manfaat. Salah satunya mewujudkan keamanan dan keselamatan warga kampus,” ungkap Dr. Adit.

Lebih lanjut Dr. Adit mengungkapkan, bahwa lingkungan kampus mempunyai potensi bahaya. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan di kampus yaitu unsafe action dan unsafe condition.

“Seperti halnya faktor yang mendominasi (80%) terjadinya kecelakaan kerja adalah unsafe action. Hal itu disebabkan individu yang tidak menerapkan behaviour be safety,” lanjutnya.

Selain itu, Dr. Adit menjelaskan pula mengenai hierarki pengendalian potensi bahaya K3 serta prinsip dasar Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Pada hari kedua Kamis, 25 Agustus 2022, hadir sebagai narasumber adalah Mulyono SKM., MKes selaku Kepala K3 UNAIR dengan materi yang disampaikan adalah Best Practice Budaya K3.

Selaras dengan ungkapan Dr. Adit, Kepala K3 UNAIR mengatakan, bahwa unsafe action merupakan faktor tertinggi yang mengakibatkan kecelakaan kerja. Dimana unsafe condition dapat tercipta oleh aksi yang tidak aman.

Mulyono menegaskan, bahwa penerapan K3 penting di institusi pendidikan, khususnya dalam laboratorium harus diberikan SOP. Bahan kimia yang terdapat dalam laboratorium harus dilengkapi dengan MSDS dan semua alat dilengkapi dengan instruksi kerja.

Dalam institusi pendidikan dibutuhkan struktur organisasi K3 yang disebut P2K3 (Panitia Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Untuk membentuk organisasi tersebut diutuhkan regulasi atau kebijakan K3 dari pimpinan institusi.

“Semoga di UIN Sunan Ampel Surabaya akan cepat terbentuk struktur organisasi K3” ujarnya.

Ketua Tim K3 sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. A. Saepul Hamdani, M.Pd., berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peserta untuk menambah referensi keilmuan. Serta menghasilkan dokumen tata kelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja UINSA Surabaya untuk mendukung tujuan besar yaitu Good University Governance.