Berita

Keterampilan Literasi merupakan hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat. Pendidikan dan keterampilan literasi adalah dua hal yang sangat esensi dalam kehidupan. Proses pendidikan suatu negara sangat bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Mengingat urgensi tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Webinar Internasional bertema Keterampilan Literasi di Dua Negara Indonesia-Malaysia. Menghadirkan narasumber yang pakar di bidang Literasi yakni, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan Tini Vitaningtyas yang merupakan Kandidat Ph.D dari Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia, seluruh peserta disuguhi data-data terkait keterampilan literasi di dua negara.

Kegiatan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya, Bapak Prof. Dr. H. Muhammad Thohir, S.Ag., M.Pd. “Literasi adalah jembatan dari kesengsaraan menuju sebuah harapan”, ujar Dekan FTK mengawali sambutanya. Literasi menempati posisi yang sangat urgent dalam tradisi keilmuan. Beliau berharap semoga dengan webinar dua negara ini dapat menjadi jembatan keilmuan antara Indonesia-malaysia untuk berkerja sama secara harmonis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang bermartabat dan berbudaya.

Pemaparan materi sesi pertama disampaikan oleh Prof. Dr Hj. Evi fatimatur Rusydiyah, M.Ag yang merupakan Kepala Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surbaya sekaligus dosen Prodi PGMI FTK UINSA. Beliau menjelaskan terkait potret literasi di Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau mengawali dengan data Unesco yang menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan karena hanya 0,0001%. “Indeks aktivitas literasi membaca di negara kita masih sangat rendah, bahkan di DKI Jakarta yang merupakan ibukota negara hanya berada pada angka 58,16”, ujar Prof. Evi. Menyikapi berbagai permasalahan yang muncul di Inonesia terkait kemampuan dan keterampilan literasi, beliau menawarkan solusi kongkret melalui program EDU (Education, Development, Uinification) Literasi yang membangun komunitas belajar bagi guru penggerak Human Literacy Indonesia. Dalam hal Education, tantangan saat ini bagi seorang guru adalah bagaimana meningkatkan profesionalitasnya dalam proses pembelajaran yang mengintegrasikan TPACK Model (Technological Pedagogical Knowledge, Technological Content Knowledge, dan Pedagogical Content Knowledge). Pada sisi Development, seorang guru harus mampu melakukan riset sehingga mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru yang penting dalam pengembangan professional guru (Professional teaching development). Hal terakhir terkait Unification adalah bahwasannya setiap anak berpotensi berkembang sesuai potensinya masing-masing.

Narasumber kedua, Ibu Tini Vitaningtyas yang merupakan Ph.D Candidate dari Universitas Zainal Abidin Malaysia memaparkan terkait keterampilan literasi yang ada di Malaysia. Kondisi literasi dasar di Sekolah rendah Malaysia masih banyak mengalami permasalahan dimulai dari masih banyak siswa yang tidak fasih berbahasa Melayu dan masih banyak siswa yangbelum membaca dengan lancar. Hal tersbeut dipengaruhi oleh berbagai faktor dimulai dari faktor individu, faktor psikologi, metode mengajar guru, waktu mengajar yang terbatas, hingga faktor lingkungan. Dalam literasi media terdapat kesenjangan antara masyarakat yang tinggal di daerah kota dan di pedesaan. Remaja yang tinggal di kota memiliki tingkat literasi media yang lebih baik daripada remaja yang tinggal di pedesaan. Hal ini disebabkan oleh faislitas dan infrastruktur yang belum merata.

Setelah kedua narasumber menjelaskan materi, moderator yang merupakan Ketua Program STudi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah FTK UIN Suann Ampel Surabaya Ibu USwatun Chasanah, M.Pd.I membuka sesi tanya jawa. Seluruh peserta antusias memberikan pertanyaan kepada dua narasumber terkait keterampilan literasi, dimulai dari urgensinya hinggga best practice. Acara ditutup langsung oleh Master of Ceremony, Ibu Nina Indriani, M.Pd dengan sesi foto Bersama. Semoga dengan eguatan webinar ini, kesdarn literasi siswa-siswa dan masyarakat semakin meningkat.