Berita

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur berhasil melaksanakan kegiatan perlindungan wajib melalui program Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Pamekasan dengan sukses. Kegiatan ini melibatkan penjemputan dan pemulangan jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Juanda. Jenazah yang dipulangkan adalah Isnun, 52 tahun asal Galis, Kabupaten Bangkalan, berdasarkan Surat Bukti Catatan Kematian yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

Dalam proses penjemputan dan pemulangan ini, mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang tergabung dalam Program P4MI Pamekasan turut serta aktif. Salah satu mahasiswa magang yang terlibat adalah Laili Ilmi Faradila, yang ditempatkan di BP3MI Jawa Timur dan terlibat langsung dalam pelengkapan berkas serta proses kegiatan hingga selesai.

Proses pemulangan berlangsung lancar, mulai dari persiapan di kantor Pamekasan, perjalanan menggunakan ambulans menuju bandara, hingga proses pemulangan jenazah. Selama proses tersebut, tidak terjadi kendala yang berarti. Proses pemenuhan dokumen dan administrasi juga berjalan dengan tertib, yang menunjukkan tingkat profesionalitas yang tinggi dari maskapai penerbangan dan pihak berwenang terkait.

Pihak keluarga PMI yang meninggal tersebut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada P4MI Pamekasan dan Pemerintah atas perlindungan yang diberikan kepada PMI hingga akhir hayatnya. Selain menjamin jenazah dipulangkan dengan baik dan terhormat, biaya pemulangan ditanggung sepenuhnya oleh BP3MI dan asuransi BPJS sehingga keluarga tidak dikenakan biaya tambahan apapun.

Laili Ilmi Faradila, salah satu mahasiswa magang yang turut berperan dalam proses ini menegaskan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam menjalankan tanggung jawab sosial, khususnya dalam hal perlindungan terhadap tenaga kerja migran Indonesia. Dia berharap pengalaman ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam program-program yang memiliki dampak positif bagi masyarakat, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terlindungi bagi setiap Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Dengan demikian, keberhasilan pemulangan jenazah Isnun tidak hanya merupakan pencapaian dalam bidang perlindungan tenaga kerja migran, tetapi juga menjadi bukti nyata dari kontribusi mahasiswa magang dalam menjaga kesejahteraan dan keselamatan PMI. Pengalaman seperti ini menggarisbawahi manfaat dari kegiatan magang MBKM bagi mahasiswa, sehingga mereka  berkesempatan untuk terlibat langsung dan menyaksikan bagaimana negara bertanggung jawab atas warganya meski berada di luar negeri. (WD)