Berita

Berita Magang MBKM Prodi MPI:

Maganger vs Nihongo di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur

 

Apa yang terjadi ketika mahasiswa MPI yang sedang magang, atau disebut dengan maganger, bertemu dengan mahasiswa jepang yang sedang magang juga?. Pengalaman menarik didapatkan oleh mahasiswa MPI yang melakukan magang di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.  Para maganger, bertemu dengan delegasi dari Jepang yang disponsori oleh Japan Foundation Nihongo Partners di Kantor Kemenag. Tepatnya Kamis (07/03/2024) para maganger ikut menyambut Nihongo (orang jepang) yang diselenggarakan oleh pihak Kanwil Kemenag bidang Pendidikan Madrasah.

Kegiatan menarik tersebut diikuti oleh seluruh anggota Japan Foundation dan divisi guru madrasah di Pendma (Pendidikan Madrasah). Japan Foundation merupakan sebuah institusi yang mensponsori para mahasiswa Japan yang secara khusus disiapkan untuk mengajar di Indonesia. Dalam kesempatan ini setidaknya ada beberapa madrasah di Jawa Timur terpilih yang dijadikan tempat magang para Nihongo, seperti MA darul Ulum Waru dan MAN 2 Mojokerto.

Acara ini digelar untuk meningkatkan kualitas madrasah di Jawa Timur terutama dalam bidang bahasa. Kepala Bidang Guru Madrasah, Najib Kusnanto, menjelaskan bahwa kemampuan bahasa sangat penting bagi para siswa madrasah di era ini. “Madrasah harus mempunyai keterampilan dalam bidang bahasa untuk digunakan sebagai penunjang peningkatan mutu madrasah maupun siswa”, ungkapnya.

Pernyataan tersebut juga dipertegas oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Sugiyo, bahwa madrasah yang telah memiliki landasan islami harus mempunyai keunggulan yang lebih dibandingkan sekolah umum lain. Siswa-siswi yang mengenyam pendidikan di madrasah harus mempunyai kecerdasan yang balance antara agama dan akademik. “Untuk mendukung misi tersebut, Bidang Pendidikan Madrasah menyediakan wadah bagi siswa agar mengekspresikan kecerdasannya dalam berbahasa asing terutama bahasa Jepang”, pungkasnya.

Magangers bersama dosen pembimbing (Muhammad Nuril Huda, M.Pd.) dan pamong Surya Rahmadani, SE, M.AB dan AH Bastomi)

Lalu apa kegiatan para maganger? Berbeda dengan Nihongo yang langsung menuju madrasah. Para maganger melaksanakan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Mereka ditempatkan tidak di madrasah melainkan di kantor pemerintahan seperti Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur ini. Para maganger disini untuk mendalami tatakelola di Bidang Pendidikan Agama Islam, atau Bidang Pendidikan Madrasah Dan Pondok Pesantren. Magangers diharapkan dapat berkontribusi dengan baik di Lembaga yang mereka tempati ini.

Kegiatan yang dilakukan oleh magangers di hari itu adalah salah satu bagian dari layanan pada stakeholder madrasah yang menjadi salah satu concern di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Nah. Apakah ada yang tertarik madrasahnya didatangi oleh para Nihongo? Tentu kalian bisa berkomunikasi dengan para maganger dulu ya. Dari foto-foto yang diunggah, sepertinya mereka sudah bertukar nomor WA. Iya kan? (ar/ay/fr)