Berita

UINSA Newsroom, Kamis (15/12/2022); Pelatihan Jurnalistik Hari Ketiga, Kamis, 15 Desember 2022, diisi dengan paparan dari dua narasumber. Sesi pertama diisi Luqman Abdul Rozaq, Ketua IJTI (Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia) Surabaya. Dilanjutkan sesi kedua, bersama Rahmat Ilyasan, Reporter RCTI/MNC Media.

Dalam sesi pertama, Luqman berbagi pengetahuan seputar media, ‘Jurnalistik untuk Praktisi Humas.’ Luqman menjelaskan, bahwa euforia perkembangan media sosial harus terus diikuti. Begitu juga dengan peran kehumasan untuk bisa bersikap bijak dalam bermedia sosial. Terlebih dalam memproduksi produk jurnalistik, Luqman mengingatkan untuk mengimbangi pemahaman keilmuwannya agar masyarakat mendapat asupan informasi yang bagus dan mencerdaskan.

Disinilah peran kehumasan dituntut untuk bisa menghasilkan produk baik bagi perguruan tinggi. “Penting sekali bagi humas membekali diri dengan keterampilan menulis, serta cakap menginformasi dan mengkomunikasi kegiatan kampus guna menaikkan citra,” ujar Jurnalis CNN Indonesia tersebut.

Ketua IJTI Surabaya ini juga menegaskan, bahwa di era pesatnya dunia digital saat ini, masyarakat hampir 90% terus mengkonsumsi media sosial. Maka, menjadi tugas bersama untuk belajar menjadi jurnalis bagi institusinya sendiri. “One Man One Show menjadi pegangan untuk memerankan diri dalam mengendalikan beragam aspek jurnalis. Yakni menjadi produser, kameramen, maupun editor secara multitasking,” ujar Luqman.

Dalam kesempatan ini, Luqman juga membagikan pengetahuan tentang nilai berita dalam suatu pemberitaan di media.  Mulai dari peristiwa yang diangkat harus aktual dan up to date; serta memiliki dampak bagi masyarakat.

Sesi kedua, secara langsung para peserta melanjutkan pemaparan mengenai bagaimana teknik pengambilan video yang baik untuk media massa. Rahmat Ilyasan, narasumber sesi kedua menjelaskan, bahwa karya video dapat dimanfaatkan sebagai pengambilan momen penting dalam sebuah peristiwa.

Video jurnalistik, menurut Ilyas, terdiri atas kameramen jurnalistik, film, dan sport. Sehingga sebagai kameramen, video yang dihasilkan mampu mewakili para penonton dalam menangkap kondisi peristiwa tersebut.

Reporter RCTI ini menjelaskan, prinsip-prinsip dasar pengambilan gambar yang harus diingat. Antara lain gambar harus fokus, stabil, cerah, serta memiliki kesinambungan.

Beberapa macam teknik pengambilan gambar yang harus dipahami, menurut Luqman, antara lain long shot, medium long shot, extreme long shot, dan close up. “Ketika melakukan liputan sudah harus memahami kuncinya. Tenang, tidak goyang, dan mengerti pengambilan gambar yang baik,” tegas Ilyas kepada para peserta.

Tak hanya itu, Ilyas juga memberikan contoh langsung bagaimana pengambilan video kepada para peserta secara detail.

Pada sesi akhir, diisi dengan praktek pengambilan video bagi para peserta. Dilanjutkan dengan review bersama narasumber. Ditutup dengan pemberian cinderamata bagi para narasumber yang telah memberikan materi selama pelatihan. (Din/Magang22)