Berita
Bapak Rektor UINSA Berdiskusi Dengan Pepimpin Fakultas Lain
Bapak Rektor UINSA Berdiskusi Dengan Pepimpin Fakultas Lain

Senin, 31 Juli 2023 para pimpinan FSH menghadiri kegiatan coffe morning. Coffe morning merupakan kegiatan rutinan bersama Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. selaku Rektor UINSA beserta para jajarannya. Turut hadir pula para pimpinan fakultas lain yang ada di UINSA. Agenda rapat coffe morning kali ini membahas beberapa rencana dan laporan kedepan.

Wakil Rektor 1 menyampaikan jika mahasiswa internasional dan MAN PK yang ada di Kampus 1 dan Kampus 2 UINSA harus diberikan fasilitas transportasi. Fasilitasi transportasi tersebut diperuntukkan apabila mahasiswa internasional dan MAN PK akan ke Kampus 1 dan 2 UINSA. Selain itu, beliau juga menyampaikan terkait hasil seleksi mahasiswa baru jalur mandiri reguler yang akan diumumkan pada 31 Juli 2023.

“10 Progam Studi yang kuotanya masih kurang diupayakan pemenuhan melalui jalur mandiri khusus. Pengumuman tersebut direncanakan sampai tanggal 3 Agustus 2023,” ucap Wakil Rektor 1. “Ada opsi yang dapat dilakukan untuk menutupi kekurangan tersebut. Diantarannya, dengan memberikan kesempatan kepada peserta yang pernah mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Tak hanya itu, mahasiswa jalur Mandiri juga bisa diberikan kesempatan. Opsi lain yaitu, UKT ditetapkan pada grade 5,” imbuh Beliau.

Bapak Warek I bersama dengan Bapak Dekan FEBI dan Bapak Dekan Dakwah
Bapak Warek I bersama dengan Bapak Dekan FEBI dan Bapak Dekan Dakwah

Pembahasan Lanjutan

Selain itu, pembahasan lain yakni mengenai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). PBAK telah dirapatkan dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa, beserta Wakil Dekan 3 setiap Fakultas di UINSA. Wakil Rektor 3 juga menyampaikan jika kerjasama dengan UPSI Malaysia akan segera ditindaklanjuti. Hal itu diwujudkan dalam bentuk format penelitian kolaborasi yang lebih konkrit.

Setelah pertemuan kerjasama, MoU dan MoA akan segera disepakati sebagai upaya komitmen UINSA khususnya bagi FTK dan FPK. Rektor UINSA juga menyampaikan bahwasannya prinsip dalam kerjasama adalah beri apa yang dibutuhkan oleh partner kerjasama. Jangan sampai kita memberi apa yang tidak dibutuhkan. “Selain itu, kita juga perlu mengantisipasi ekspetasi pasar dengan tanpa paket beasiswa bagi mahasiswa baru,” tegas Rektor UINSA.

“Mengenai transportasi mahasiswa internasional dan MAN PK perlu juga dipersiapkan armada dan driver. Cara alternatifnya kita bisa menggunakan bus,” sambung Rektor UINSA. Ada juga pembahasan mengenai MOSMA yang dilaksanakan bersama KKN. Sesuai kebijakan, MOSMA dikonversikan ke KKN dan regulasinya perlu diterbitkan dalam Surat Keterangan Rektor UINSA.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah diperlukan solusi atau cara untuk sikap dan sifat mahasiswa. Perlu adanya antisipasi ketika mahasiswa masuk Progam Studi tertentu nilai keimanan dan keshalehannya menurun. Hal tersebut juga harus bisa segera diselesaikan karena UINSA adalah kampus yang  menerapkan nilai-nilai islami dalam pembelajaran. Terakhir, pembahasan mengenai KKN Internasional yang telah dilaksanakan oleh Fakultas perlu dan sudah di koordinasikan dengan LP2M. Perencanaan dalam bentuk RKAKL perlu dimunculkan oleh setiap fakultas.