Berita

Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya sukses mengadakan webinar dengan judul “Farmakologi laut dan Marine Natural product : Eksplorasi Biodiversitas Laut ” pada hari Selasa (13/10/2020). Webinar yang dipandu oleh Wiga Alif Violando, M.P, M.Sc. ini menghadirkan narasumber Suciati, S.Si, MPhil., Ph.D., Apt., Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, dan Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. Deputi Bid. Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Dalam pembahasan materi pertama yakni Potensi Biota Laut dalam Pengembangan Obat, dijelaskan bahwasanya biota laut pada umumnya dapat menghasilkan metabolik sekunder. Metabolik sekunder ini sangatlah berpotensi dalam memenuhi kebutuhan khususnya dalam bidang farmasi dan kesehatan. Metabolik sekunder ini ditemukan tidak esensial bagi pertumbuhan organisme. Diketahui bahwa metabolik sekunder ditemukan dalam bentuk yang unik dan berbeda-beda pula tiap jenisnya.Dari sekian banyak natural product yang diteliti, mayoritas kelas yang telah di eksplorasi dan dikaji adalah dari kelas Porifera khususnya sponge. Natural product dari jenis sponge memiliki beragam manfaat dan khasiat.

Dalam segi pemanfaatan natural product berbahan baku biota laut pastinya akan menimbulkan pro dan kontra bagi masyarakat. Permasalahan yang akan terjadi berupa penurunan kuantitas dan kualitas biota laut. Sebagai solusi dan titik tengah, kita seharusnya bisa memanfaatkan hasil laut namun tetap menjaga dengan melakukan konservasi. Untuk eksploitasi tidak boleh terlalu berlebihan sehingga merubah perilaku biota laut. Semuanya harus dilakukan secara seimbang dan dengan jumlah yang sesuai.

Dalam pembahasan materi kedua yakni Bioprospeksi Diversitas Laut Indonesia, dijelaskan bahwasanya Indonesia merupakan salah satu dari mega biodiversitas dunia yang memiliki kekayaan alam terbesar keempat. Sebagai masyarakat Indonesia kita harus mampu menjaga kekayaan diversitas yang ada sehingga anak cucu kita dapat menikmati kekayaan negeri ini. Indonesia memiliki coral triangle initiative yang sangatlah luas. Di dalamnya terdapat berbagai jenis karang. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pusat arah pergerakan ikan di dunia.

Kita harus bangga karena pada segitiga karang Indonesia memiliki luas sebesar 75.000 km2. Di dalamnya terdapat 500 jenis karang yang hampir semuanya tidak ditemukan pada perairan selain di Indonesia. Diketahui pula bahwa pada segitiga karang Indonesia terdapat 3000 jenis ikan yang tidak dapat ditemukan di perairan lain juga. Segitiga karang di Indonesia ini telah menghidupi sekitar 120 juta penduduk.