Berita

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Marine Study Club yang dinaungi Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya sukses menyelenggarakan Webinar Nasional dengan judul “Safe Diving: Save Diver, Save Nature”. Webinar yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2021 ini merupakan hasil kerjasama dengan UKM Madura Diving Club Universitas Trunojoyo, Madura. Webinar nasional yang dihadiri peserta dari berbagai instansi tersebut, baik akademisi maupun masyarakat umum, menghadirkan Idris, S.Pi, M.Si dari Yayasan TERANGI (Terumbu Karang Indonesia) dan Insafitri, S.T., M.Sc., PhD dari Prodi Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura. 

Insafitri membuka materi webinar dengan penjelasan mengenai penyelaman, mulai dari jenis penyelaman, tujuan dari tiap-tiap penyelaman hingga penjelasan mengenai bahaya saat melakukan penyelaman disertai dengan memegang biota-biota laut yang ada di sekitar. “Pada ikan terdapat lapisan lendir yang berfungsi untuk melindungi tubuh ikan itu sendiri. Jika saat kita menyelam dan dengan sembarangan memegang tubuh ikan maka akan dapat mengakibatkan dampak buruk yakni merusak lapisan tersebut”, jelas Insafitri. Insafitri menambahkan, kegiatan atau atraksi “feeding the fish” juga memiliki dampak buruk pada biota. Biota akan berhenti melakukan tujuan alami mereka, yaitu mencari makanan secara alami. “Ikan yang biasanya mencari makan dengan membersihkan alga dari terumbu karang, kemudian akan cenderung bergantung pada sumber makanan yang mereka dapat”, tambah Insafitri.

Webinar ini juga menyajikan fakta menarik mengenai dampak snorkling terhadap tutupan karang. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Insafitri bersama tim, kegiatan snorkling ternyata memiliki dampak buruk terhadap tutupan karang di Gili Labak, Sumenep. Penurunan tutupan karang sebesar 0,64% diakibatkan oleh kontak fisik wisatawan, seperti berlutut ataupun duduk yang mengenai terumbu karang, dan juga akibat penambatan jangkar perahu di area terumbu karang. 

Narasumber selanjutnya mengawali paparan mengenai Yayasan TERANGI yang bergerak di bidang pengelolaan sumberdaya terumbu karang. “Yayasan TERANGI juga menyediakan berbagai informasi terumbu karang yang berguna sebagai dasar pengelolaan dan pengambilan kebijakan”, jelas Idris. Idris juga memaparkan langkah-langkah menjadi wisatawan yang bertanggung jawab untuk menuju pengelolaan ekosistem terumbu karang yang lebih baik. “Mulai dari tidak mematahkan terumbu karang karena biota ini tumbuh hanya 1-10 cm per tahun”, ujar Idris dengan penekanan. Hal-hal lainnya seperti tidak mengganggu biota laut, tidak memberi makanan pada biota laut, tidak mengaduk substrat dasar (biasanya diakibatkan oleh kayuhan dari fin) yang dapat mengakibatkan karang mati karena tertutup oleh substrat, tidak membuang sampah ke laut, hingga perlunya menggunakan pelampung disampaikan Idris sebagai bentuk tindakan nyata wisatawan yang bertanggungjawab terhadap lingkungan, khususnya lingkungan laut. “Yang tidak kalah pentingnya adalah mematuhi hukum dan aturan yang berlaku serta menghormati adat istiadat yang ada di wilayah tesebut”, ujar Yusuf di akhir materinya. 

Secara umum antusiasme peserta sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan webinar yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan saat sesi tanya jawab dengan pemateri. Dian Sari Maisaroh, S.Kel., M.Si. selaku pembina UKM Marine Study Club UIN Sunan Ampel Surabaya menyatakan sangat mengapresiasi terselenggaranya acara webinar nasional ini. “Saya beharap adanya kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan para peserta mengenai penyelaman yang baik dan aman bagi penyelam itu sendiri dan tentunya juga bagi biota-biota yang ada disekitarnya” pungkas Dian.