Berita

REKTOR UINSA JANJIKAN 100 BEASISWA S1 BAGI JUARA KSM 2022

UINSA Newsroom, Jumat (14/10/2022); Babak final Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tahun 2022 dilaksanakan di Jakarta. Kompleks Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur menjadi lokasi kegiatan yang dihadiri seluruh peserta yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Agenda babak final dibuka dengan kegiatan talkshow yang dilaksanakan di Pedepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., membuka talkshow Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tahun 2022. Pada pembukaan tersebut Wamenag RI menyampaikan, bahwa pendidikan madrasah mampu mengantarkan peradaban dunia menjadi semakin dinamis, tentu saja tak luput dari kerjasama seluruh pihak yang terkait.

Acara “Talkshow Kompetisi Sains Madrasah 2022” menghadirkan beberapa narasumber. Satu diantaranya adalah Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. Pada kesempatan ini, Rektor UINSA menyampaikan, bahwa akan memberi 100 beasiswa kepada pemenang KSM 2022 tingkat Madrasah Aliyah yang akan melanjutkan ke jenjang akademik di UINSA Surabaya.

Masih di kesempatan yang sama, Rektor UINSA menceritakan pengalaman studi akademiknya. “Saya tidak punya ijazah SD, SMP, dan SMA; namun saya punya ijazah MI, MTs, dan MA,” tutur Prof. Muzakki dengan penuh kebanggaan. Berbekal ijazah madrasah, Rektor UINSA menempuh S1 di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Dilanjutkan dengan S2 di Australia National University dan S3 di The University of Queensland. Sederet prestasi tersebut dilengkapi dengan anugerah gelar kehormatan Guru Besar UINSA di usia 38 tahun.

KSM yang diselenggarakan pada Selasa-Rabu pada 12-13 Oktober 2022 berjalan dengan lancar dan meriah. Di era pendidikan saat ini problem pendidik tidak hanya membuat peserta didik untuk menjadi pintar tapi juga baik. Karena pintar belum tentu baik, dalam artian baik secara akhlak peserta didik. Madrasah harus bisa bersaing dengan lembaga pendidikan yang lain.

Adanya KSM ini menjadikan salah satu indikator madrasah lebih unggul, hebat, dan bermartabat dari lembaga pendidikan yang lain. Adanya moderasi beragama yang digagas Kementerian Agama pun membuat seluruh lingkungan Kementerian Agama ada di titik tengah (moderat) dalam garis hukum agama Islam. (Tim KSM/UINSA)