Berita

Pada tanggal 3 Oktober 2021, sebuah kuliah tamu online yang berjudul “Dampak Pandemi terhadap Biota Laut” telah berhasil diadakan dengan sukses. Acara ini diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Kelautan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan menjadi sebuah platform yang menarik bagi para mahasiswa untuk mendalami isu-isu penting seputar keberlanjutan ekosistem laut di tengah pandemi COVID-19. Pemateri pada acara ini adalah Dr. Ruly Isfatul Khasanah, S.Si, MP, seorang pakar di bidang ilmu kelautan.

Kuliah tamu ini berfokus pada dampak pandemi terhadap biota laut, sebuah topik yang mengundang perhatian dan refleksi mendalam bagi semua pihak yang peduli akan kelestarian alam. Dr. Ruly Isfatul Khasanah yang akrab dipanggil Ibu Ruly, membagikan wawasan dan pengetahuannya yang mendalam tentang bagaimana pandemi COVID-19 telah mempengaruhi ekosistem laut dan berbagai makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.

Karena pembatasan perjalanan dan lockdown yang diberlakukan di banyak negara, aktivitas manusia yang terkait dengan laut berkurang secara drastis. Pariwisata bahari, seperti penyelaman dan kegiatan wisata perairan, mengalami penurunan tajam. Hal ini berdampak pada pengurangan gangguan manusia terhadap biota laut, seperti penangkapan ikan berlebihan, kerusakan terumbu karang, dan peningkatan polusi.

“Dengan aktivitas manusia yang berkurang di laut, beberapa daerah mengalami peningkatan keberagaman hayati. Tanpa adanya gangguan manusia yang berlebihan, biota laut dapat berkembang dengan lebih baik. Populasi ikan, moluska, dan biota laut lainnya memiliki kesempatan untuk pulih dan memperkuat ekosistem laut,” papar Ibu Ruly yang tergabung pada HAPPI Jatim.

Pembatasan perjalanan, penutupan tempat-tempat wisata, dan penurunan aktivitas perekonomian telah memberikan kesempatan bagi lingkungan laut untuk pulih sejenak. Ibu Ruly menjelaskan bahwa “penurunan aktivitas manusia ini memberikan manfaat yang signifikan bagi biota laut, dengan adanya peningkatan kualitas air laut dan peningkatan populasi beberapa spesies yang terancam punah.”

Namun, pemateri juga menyoroti beberapa dampak negatif dari pandemi terhadap biota laut. Salah satunya adalah peningkatan jumlah limbah plastik, termasuk masker sekali pakai, yang terdampar di pantai dan laut. Masker sekali pakai yang digunakan secara massal selama pandemi menjadi ancaman serius bagi kehidupan biota laut. “teman-teman mahasiswa kuliah tamu mohon lebih sadar ya, akan kebutuhan akan tindakan nyata dalam mengurangi sampah plastik, termasuk penggunaan masker kain yang dapat digunakan berulang kali,” tutupnya pada kuliah tamu hari ini.