Berbicara tentang kemajuan perguruan tinggi, sering kali yang muncul di permukaan adalah capaian, peringkat, dan prestasi. Namun di balik semua itu, ada satu hal yang jauh lebih mendasar yaitu cara kita bekerja. Di UIN Sunan Ampel Surabaya, cara bekerja itulah yang dirumuskan dalam Nilai Kerja UINSA. Nilai kerja ini bukan jargon semata, tetapi pedoman dalam menjalani peran sehari-hari.
Satu Barisan: Tidak Bekerja Sendiri
UINSA memilih untuk tumbuh dengan semangat Satu Barisan. Artinya, tidak ada pekerjaan yang benar-benar dikerjakan sendirian. Setiap tugas selalu bersinggungan dengan peran orang lain. Nilai Satu Barisan mengajarkan kita untuk saling menyadari posisi dan tanggung jawab masing-masing. Ketika komunikasi terjaga dan tujuan dipahami bersama, pekerjaan terasa lebih ringan. Perbedaan cara pandang justru menjadi ruang belajar, bukan sumber gesekan. Di sinilah kebersamaan menjadi kekuatan nyata.
Clean and Clear: Bekerja dengan Tenang dan Jelas
Nilai Clean and Clear terasa penting karena ia menumbuhkan ketenangan dalam bekerja. Ketika prosedur jelas dan keputusan diambil secara terbuka, tidak ada beban tersembunyi yang harus ditanggung. Nilai ini mengajarkan bahwa integritas bukan sekadar aturan, tetapi sikap batin. Bekerja dengan jujur dan transparan membuat kita bisa melangkah dengan yakin, tanpa rasa khawatir di kemudian hari.
GPL: Kalau Bisa Cepat, Kenapa Lama
GPL di UINSA lekat dengan budaya kerja yang sigap dan responsif. Dalam bahasa sehari-hari, nilainya sederhana: kalau bisa cepat, kenapa lama atau gak pakai lama. Dalam praktiknya, nilai ini mendorong kita untuk tidak menunda pekerjaan yang sebenarnya bisa segera diselesaikan. GPL bukan tentang tergesa-gesa. Ia tentang kepekaan membaca kebutuhan, keberanian mengambil keputusan, dan kesiapan bertindak. Cepat, tetapi tetap tepat. Sigap, tanpa mengabaikan tanggung jawab. Ketika nilai ini dijalani, pelayanan terasa lebih hidup dan kerja terasa lebih bermakna.
Buy One Get Two: Bekerja Sekali, Manfaatnya Lebih Luas
Nilai Buy One Get Two mengajak kita untuk berpikir melampaui target minimal. Setiap aktivitas diupayakan tidak berhenti pada satu hasil, tetapi memberi manfaat yang lebih luas. Nilai ini mendorong kita untuk lebih kreatif dan reflektif: apa lagi kebaikan yang bisa lahir dari pekerjaan ini? Cara pandang seperti ini membuat kerja terasa tidak sekadar rutinitas, tetapi ikhtiar yang bernilai tambah.
Berorientasi Pendapatan Akademik-Finansial: Mandiri Tanpa Kehilangan Nilai
Kemandirian institusi menjadi penting agar UINSA dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Namun orientasi pendapatan di UINSA tetap berpijak pada kekuatan akademik. Riset, kerja sama, dan inovasi dikembangkan bukan hanya untuk menghasilkan nilai finansial, tetapi juga untuk memperkuat mutu tridarma perguruan tinggi. Dengan cara ini, pertumbuhan institusi tetap selaras dengan nilai keilmuan dan etika.
Menjalani Nilai, Bukan Sekadar Menghafalnya
Pada akhirnya, Nilai Kerja UINSA akan terasa maknanya ketika benar-benar dijalani. Ia hadir dalam cara kita melayani mahasiswa, dalam cara kita berkoordinasi dengan rekan kerja, dan dalam cara kita menyikapi tanggung jawab.
Bagi saya, nilai kerja ini adalah proses belajar yang terus berjalan—belajar bekerja dengan lebih sadar, lebih jujur, dan lebih bertanggung jawab. Karena dari cara kita bekerja, kepercayaan dibangun, dan dari situlah UINSA terus tumbuh.