Memaknai Surat Al-Mulk untuk UINSA

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
January 7, 2026

Memaknai Surat Al-Mulk untuk UINSA

Surat Al-Mulk kembali mendapat ruang perenungan di lingkungan UINSA sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya kerja yang berlandaskan nilai Al-Qur’an. Surah ini mengingatkan bahwa setiap amanah yang dijalankan, baik dalam bidang akademik, administrasi, maupun pelayanan publik, memiliki dimensi tanggung jawab di hadapan Allah. Dengan landasan ini, tugas yang dilakukan tidak hanya dipahami sebagai urusan teknis, tetapi juga sebagai ikhtiar menghadirkan manfaat, ketertiban, dan rasa tanggung jawab bersama.

Surat Al-Mulk dibuka dengan pengakuan tentang kekuasaan Allah yang mutlak.

﴿ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴾

Ayat ini menegaskan bahwa segala bentuk kekuasaan, kendali, dan keputusan sepenuhnya berada di tangan Allah. Dialah yang mengatur kehidupan, menggerakkan sebab dan akibat, membuka pintu kemudahan, sekaligus menghadirkan ujian. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa lafaz “tabāraka” menggambarkan keagungan dan melimpahnya kebaikan Allah. Setiap nikmat, kesempatan, jabatan, dan amanah yang diterima manusia sejatinya adalah karunia. Kesadaran ini mengajarkan kerendahan hati. Capaian dan keberhasilan bukan semata hasil kemampuan, tetapi titipan yang perlu dijaga. Dari sinilah lahir sikap bekerja yang lebih tenang, penuh kehati-hatian, tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, serta siap menerima evaluasi demi perbaikan.

Pada ayat berikutnya, Al-Qur’an menuntun manusia memahami tujuan keberadaan di dunia.

﴿ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ﴾

Ayat ini menegaskan bahwa hidup dan mati diciptakan sebagai ujian. Yang dinilai bukan hanya banyaknya pekerjaan, melainkan bagaimana pekerjaan itu dilakukan dengan baik. Makna paling baik mencakup niat yang lurus, kejujuran dalam cara, ketertiban dalam proses, dan tanggung jawab terhadap hasil. Dalam konteks UINSA, pesan ini tercermin dalam upaya menata administrasi agar lebih rapi, memperjelas alur pelayanan, menjaga kedisiplinan waktu, menghadirkan transparansi informasi, serta membangun budaya memperbaiki kekeliruan secara terbuka. Dengan begitu, profesionalitas kerja mendapatkan ruh keimanan yang menguatkan.

Selanjutnya, Surat Al-Mulk mengingatkan bahwa setiap aktivitas manusia berada dalam pengawasan Allah.

﴿ أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ﴾

Ayat ini menghadirkan keseimbangan antara rasa takut dan rasa tenang. Di satu sisi, manusia diajak berhati-hati karena setiap niat, tindakan, dan kelalaian selalu diketahui Allah. Di sisi lain, ayat ini menenangkan, sebab usaha yang jujur, kesabaran dalam bekerja, dan ikhtiar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tetap bernilai meskipun tidak selalu terlihat oleh manusia. Dengan pemahaman ini, budaya kerja diarahkan bukan hanya mengejar penilaian administratif, tetapi juga mencari ridha dan keberkahan dalam setiap langkah.

Pada tataran praktik kelembagaan, pemaknaan Surat Al-Mulk diterjemahkan dalam berbagai penguatan budaya kerja. Prosedur pelayanan secara bertahap diperjelas agar lebih mudah dipahami oleh mahasiswa dan masyarakat. Kedisiplinan waktu terus ditekankan agar program berjalan tepat sasaran. Koordinasi antarunit diperkuat sehingga komunikasi menjadi lebih efektif dan saling mendukung. Di saat yang sama, ruang-ruang refleksi melalui kajian singkat dan penguatan spiritual tetap dihidupkan agar orientasi bekerja selalu terhubung dengan nilai keagamaan.

Dalam keseharian, tanda-tanda perbaikan mulai tampak. Dokumen diperiksa lebih teliti, informasi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, dan suasana kerja dibangun dengan semangat saling menghargai. Nilai Al-Qur’an tidak berhenti sebagai bacaan, tetapi hadir dalam sikap dan tindakan. Perubahan ini memberi dampak nyata. Layanan publik menjadi lebih tertib, proses pengurusan lebih transparan, dan rasa memiliki terhadap institusi semakin tumbuh. Masyarakat merasakan kehadiran UINSA melalui pelayanan yang ramah, jelas, dan bertanggung jawab.

Profesionalitas dan spiritualitas dalam hal ini berjalan berdampingan. Standar kerja modern tetap diterapkan, namun selalu berada dalam bingkai akhlak dan keimanan. Inilah ruh yang ingin terus diperkokoh, bahwa bekerja di lingkungan perguruan tinggi keagamaan tidak berhenti pada fungsi administratif, melainkan menjadi bagian dari ibadah yang bernilai jangka panjang.

Pada akhirnya, memaknai Surat Al-Mulk mengingatkan seluruh unsur UINSA bahwa setiap tugas, sekecil apa pun, dapat bernilai besar apabila dikerjakan dengan jujur, teliti, dan penuh tanggung jawab. Pekerjaan bisa saja tampak sederhana di mata manusia, tetapi tinggi nilainya di sisi Allah ketika dilandasi niat yang benar dan cara yang baik. Dari sinilah wajah UINSA ingin terus dibangun, yaitu lembaga yang berintegritas, bekerja dengan tenang, dan memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.

Spread the love

Tag Post :

Categories

Kolom UINSA