Kenalan dan Dengarkan Cerita dari Alumni S1 PGMI UINSA Azizatur Rahmah

Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
January 11, 2026

Kenalan dan Dengarkan Cerita dari Alumni S1 PGMI UINSA Azizatur Rahmah

Perkenalkan saya Azizatur Rahmah, seorang alumni tahun 2025 dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang kini mengemban amanah dan mengabdikan diri sebagai Guru Pendamping Khusus (GPK) di salah satu Sekolah Dasar inklusif di Sidoarjo. Peran ini saya jalani dengan penuh dedikasi, khususnya dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah inklusif. Keputusan saya untuk menekuni bidang ini bukanlah hal yang datang secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari ketertarikan saya sejak masa perkuliahan terhadap dunia pendidikan yang ramah dan adil bagi semua peserta didik.

Dalam sehari-hari, saya membersamai anak didik dengan hasil assesmen disleksia dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Tantangan yang saya hadapi tidaklah sederhana, mulai dari kesulitan membaca dan menulis hingga masalah konsentrasi dan perilaku. Namun, berbekal kesabaran, pendekatan yang tepat serta ilmu yang saya peroleh semasa perkuliahan, saya berupaya membantu peserta didik untuk menemukan cara belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka. Karena saya percaya bahwa setiap anak memiliki keunikan yang perlu dipahami, bukan untuk dibandingkan.

Selama menempuh pendidikan di PGMI UINSA saya banyak sekali mendapatkan pengalaman serta ilmu penting yang mana menjadi bekal dalam menjalankan profesi saya saat ini. Selama proses perkuliahan, saya mendapatkan mata kuliah pendidikan inklusif yang memperkenalkannya pada konsep, karakteristik, serta strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Pengetahuan tersebut mempermudah saya dalam membersamai peserta didik di dunia pendidikan inklusif dan membangun kesiapan mental serta profesional sejak dini. Tidak hanya memahami teori, pembelajaran di bangku kuliah juga menumbuhkan kepekaan sosial dan empati saya terhadap keberagaman peserta didik. Hal ini dapat saya terapkan pada saat saya berinteraksi dengan peserta didik, orang tua, maupun guru kelas. Saya mampu menjalin kerja sama yang baik demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.

Kini, sebagai Guru Pendamping Khusus, saya berkomitmen untuk memberikan pendampingan terbaik bagi peserta didik dengan disleksia dan ADHD. Saya berharap saya dapat terus belajar, sehingga pengalaman yang saya miliki dapat menjadi inspirasi bagi calon pendidik lainnya. Dan saya yakin bahwa pendidikan inklusif bukanlah hambatan, melainkan peluang untuk menghadirkan pendidikan yang lebih manusiawi, setara, dan bermakna bagi semua peserta didik.

Spread the love

Tag Post :

Categories

Cerita Sukses Alumni