“Integrasi Keilmuan, Mengembangkan Keislaman”
Lirik Hymne UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) telah, bahkan terus menjadi panduan perilaku keseharian bagi civitas Akademika. Keduanya, iman dan akal tidak menjadi sebuah tali yang terputus menjadi dua bagian yang berbeda dalam fungsinya. Melainkan Hymne UINSA pada titik ini memposisikan dirinya sebagai “jembatan” yang akhirnya menjadi tali simpul sehingga keduanya selalu difungsikan bersama dalam hal apapun.
Sebuah ‘tali’ pembentuk integrasi ini kemudian diinternalisasikan melalui keseluruhan aktivitas. Kegiatan tridharma perguruan tinggi dan pelayanan dijalankan oleh seluruh civitas dengan tidak hanya ‘jalan ditempat’, melainkan ‘berlari’ mengejar ketertinggalan dengan beberapa pelatihan kompetensi yang dicerminkan melalui beberapa peningkatan kinerja, yang pada akhirnya diiringi dengan pengembangan spiritualitas keimanan, sehingga telah terinternalisasilah keduanya dan melahirkan sebuah capaian, “berkembang, berkembang”. Alumni yang berdampak, akreditasi yang terus berkembang, prestasi civitas akademika yang terus meningkat, dan banyak hal lainnya telah merefleksikan sebuah perkembangan yang tidak hanya berkembang, tetapi menjadi sebuah perkembangan yang berkelanjutan
“Nusa, Bangsa, dan Negara Indonesia” adalah lirik Hymne UINSA yang telah memperkuat sebuah ‘dignity’ melalui rasa bangga nasional. Rasa bangga ini terintenalisasi melalui kegiatan apel pagi, menyelenggarakan seluruh kegiatan nasional, menyanyikan ‘bagimu negeri’ disetiap kegiatan, dan banyak hal lainnya. Pada akhirnya, Hymne UINSA bukanlah hanya sebuah instrumen simbolik, tetapi sebuah panduan bagi seluruh civitas akademika dalam pemantapan tujuan. Tidak pula hanya sebagai sebuah pemenuhan kewajiban ‘kepunyaan’, tetapi juga sebuah ‘peringatan’ disela-sela bertindak laku sebagai seorang UINSA. Hymne UINSA tidak hanya menjadi sebuah seni lagu, tetapi juga sebagai sebuah pilar identitas ‘kami’ yang hidup.
[Bima Rafly Fachrezzi]