
Oleh : Retno Tyas Hapsari, M.A.
CPNS Dosen Asisten Ahli pada Fakultas Adab dan Humaniora
Media sosial atau yang sering disingkat sosmed saat ini sedang diramaikan oleh maraknya unggahan atau postingan yang dibuat bukan semata-mata untuk berbagi informasi, melainkan dengan tujuan tertentu, yaitu memancing perdebatan, konflik, atau kericuhan. Postingan semacam ini sering kali disusun secara provokatif, baik melalui pilihan kata, judul yang sensasional, maupun penyajian informasi yang tidak utuh. Tujuan utama dari tindakan tersebut adalah untuk menarik perhatian sebanyak mungkin pengguna, sehingga unggahan tersebut memperoleh jumlah tayangan (view), interaksi (like, komentar, dan share), serta insight yang tinggi.
Berkali-kali Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Akhmad Muzakki, Grad. Dip. SEA., M.Ag., M.Phil., Ph.D., dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya sikap kehati-hatian dalam menggunakan jari saat berselancar di dunia maya. Ungkapan tersebut menekankan bahwa setiap tindakan di media digital—baik menulis komentar, membagikan informasi, maupun mengunggah konten—memiliki konsekuensi yang nyata. Oleh karena itu, pengguna media sosial dituntut untuk lebih bijak, berpikir sebelum mengetik, serta mempertimbangkan dampak sosial, etika, dan hukum dari setiap unggahan yang disebarluaskan.
Terlebih bagi kita, para pegawai UIN Sunan Ampel Surabaya, yang dalam setiap sikap dan perilaku tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga mengemban nama besar universitas, nama besar Islam, nama besar negara, serta secara khusus warisan keteladanan seorang wali besar, Sunan Ampel. Setiap tindakan, termasuk dalam berinteraksi di ruang digital, mencerminkan nilai, marwah, dan integritas institusi yang kita wakili. Oleh karena itu, kehati-hatian, kebijaksanaan, dan tanggung jawab moral menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar dalam bersikap dan berucap, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Kesadaran akan tanggung jawab tersebut menuntut kita untuk selalu menjaga etika komunikasi, menghindari ujaran provokatif, serta memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan sejalan dengan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keilmuan yang menjadi fondasi UIN Sunan Ampel. Dengan demikian, kehadiran kita di ruang publik digital tidak hanya mencerminkan profesionalisme sebagai aparatur, tetapi juga keteladanan sebagai bagian dari institusi Islam negeri yang menjunjung tinggi akhlak dan kearifan.