Oleh : Sutarto Wondo Saputro S.Pd., M.T.
Menjadi ASN yang maksimal adalah sebuah tantangan yang besar untuk ASN di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), terlebih untuk seorang dosen saintek yang berarti dituntut untuk tidak hanya menguasai keilmuan yang terus berkembang secara cepat, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan sains dan teknologi dengan nilai-nilai keislaman, menjalankan tridharma perguruan tinggi, memenuhi target kinerja ASN, serta beradaptasi dengan kebijakan akademik dan administrasi yang dinamis. Beban tersebut sering kali menghadirkan tantangan tersendiri, baik dari sisi akademik, manajerial, maupun personal. Dalam kondisi seperti ini, profesionalisme saja tidak selalu cukup; dibutuhkan fondasi nilai yang lebih dalam untuk menjaga konsistensi dan kualitas kinerja. Tulisan ini adalah sebagai refleksi sekaligus ajakan untuk memaknai kinerja ASN bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi sebagai bentuk pengabdian dan ibadah yang berdampak luas.
ASN yang maksimal di UINSA adalah ASN yang mampu bekerja melampaui batas minimal kewajiban, dengan mengedepankan kualitas, integritas, dan kebermanfaatan. Bagi dosen, hal ini tercermin dalam pelaksanaan tridharma yang bermutu, konsisten, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan serta kemaslahatan umat. ASN maksimal tidak hanya diukur dari capaian angka kinerja, tetapi juga dari nilai iman, Islam, dan ihsan yang terinternalisasi dalam setiap aktivitas kerja. Nilai iman menumbuhkan keyakinan bahwa setiap usaha akan bernilai, Islam membimbing tata cara bekerja yang benar dan beretika, sementara ihsan mendorong dosen untuk bekerja secara optimal, tuntas, dan berkualitas, meskipun tanpa pengawasan langsung. Dengan landasan ini, dosen tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban administratif, tetapi berupaya memberikan hasil terbaik.Kemudian dengan niat ibadah, ASN Dosen UINSA dapat menjadikan tugas akademik sebagai sarana pengabdian kepada Allah dan institusi. Ketika setiap aktivitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian dimaknai sebagai bagian dari ibadah, maka pekerjaan yang berat tidak lagi dipandang sebagai beban semata, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan Negara.
ASN maksimal di UINSA bagi dosen, akan menghasilkan peningkatan kualitas kinerja dan atmosfer akademik yang lebih produktif di UINSA. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, riset lebih berkualitas dan berdampak, serta pengabdian lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. pada akhirnya Tantangan sebagai dosen saintek di perguruan tinggi Islam justru dapat menjadi ruang aktualisasi iman, Islam, dan ihsan dalam praktik nyata. Dengan semangat tersebut, UINSA tidak hanya akan berpotensi melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual, tetapi juga lulusan yang berkarakter, karena dibimbing oleh ASN dosen yang bekerja secara maksimal, profesional, dan bernilai ibadah. Pada akhirnya juga akan dapat menjadikan UINSA sebagai kampus Islam yang progresif, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.