Yudisium ke-114 FUF UINSA Luluskan 85 Mahasiswa, Mahasiswa Produktif Jadi Sorotan

Fakultas Ushuludin & Filsafat
May 18, 2026

Yudisium ke-114 FUF UINSA Luluskan 85 Mahasiswa, Mahasiswa Produktif Jadi Sorotan

Surabaya — Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Sunan Ampel Surabaya menetapkan sebanyak 85 mahasiswa program sarjana dan magister dinyatakan lulus dalam Yudisium ke-114 Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Dekan FUF UINSA Nomor 170 Tahun 2026 tertanggal 10 April 2026.

Peserta yudisium terdiri atas mahasiswa program strata satu (S1) dan strata dua (S2) dari berbagai program studi di lingkungan FUF UINSA. Sebanyak 25 mahasiswa berasal dari Program Studi Ilmu Hadis, 23 mahasiswa dari Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 13 mahasiswa dari Tasawuf dan Psikoterapi, 11 mahasiswa dari Aqidah dan Filsafat Islam, 10 mahasiswa dari Studi Agama-Agama, serta tiga mahasiswa program magister.

Dalam yudisium tersebut, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir turut mendominasi capaian akademik tingkat fakultas. Asyiq Billah Ali berhasil meraih predikat lulusan terbaik pertama tingkat fakultas dengan IPK 3,97. Posisi tersebut disusul oleh Zahrotul Kamilah dengan IPK 3,92 dan Nadhlif Pelu dengan IPK 3,91.

Tak hanya unggul secara akademik, Asyiq Billah Ali juga dinobatkan sebagai Mahasiswa Produktif 2 tingkat fakultas berkat konsistensinya dalam menulis artikel ilmiah di berbagai jurnal bereputasi selama masa perkuliahan. Sementara itu, Farichatul Fauziyah dari Program Studi Ilmu Hadis meraih predikat Mahasiswa Produktif 1, dan Nadhlif Pelu memperoleh apresiasi sebagai Mahasiswa Bereputasi Global.

Menurut Asyiq, produktivitas selama kuliah tidak hanya dibangun melalui aktivitas di dalam kelas, tetapi juga lewat berbagai kegiatan pengembangan diri di luar akademik formal. “Di luar urusan akademik, ada beberapa kegiatan yang saya ikuti seperti seminar, pelatihan menulis ilmiah, webinar internasional, dan sebagainya. Menurut saya kegiatan tersebut memberikan banyak insight dan dampak selain kegiatan diskusi di dalam kelas,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia mengaku pengalaman mengikuti webinar internasional menjadi salah satu momen berharga karena dapat bertemu secara daring dengan sejumlah tokoh intelektual di bidang tafsir, seperti Johanna Pink, Abdullah Saeed, dan Karen Bauer. Selain aktif mengikuti kegiatan akademik nonformal, Asyiq juga pernah mengikuti program UINSA International Community Engagement (UICE) 2025 atau KKN Internasional di Thailand saat semester enam. “Pengalaman tersebut sangat berkesan bagi saya, terutama ketika saya dapat berbagi ilmu kepada anak-anak di Thailand. Selain itu, juga ada momen bertukar budaya melalui Culinary Exchange Class antara Indonesia dan Thailand,” katanya.

Dalam menjaga produktivitas selama kuliah, ia menilai kemampuan menentukan skala prioritas menjadi kunci utama agar tetap mampu menyelesaikan tanggung jawab akademik di tengah berbagai aktivitas lain.“Skripsi menjadi tanggung jawab utama yang harus terus bergerak, meskipun perlahan. Selain itu saya juga tidak pernah sungkan mengatakan ‘tidak’ pada hal-hal yang tidak selaras dengan tujuan saya,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa rasa jenuh dan burnout merupakan hal yang wajar dialami mahasiswa. Namun, menurutnya, penting untuk tetap memberikan waktu istirahat bagi diri sendiri tanpa kehilangan konsistensi. “Saya mencoba mengistirahatkan tubuh saya dari hal-hal berat dan mengganti dengan aktivitas lain seperti nongkrong bersama teman atau sekadar tidur. Yang terpenting jangan sampai berlarut-larut dalam kejenuhan itu,” ungkapnya.

Menutup wawancara, ia berpesan kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan tugas maupun skripsi agar tidak mudah menyerah terhadap proses yang dijalani. “Skripsi tidak harus sempurna di awal, yang penting adalah terus bergerak. Karena pada akhirnya, yang membawa kita sampai garis akhir bukanlah kecepatan, tetapi ketekunan,” pungkasnya.

Penulis: Dien Aulia

Tag Post :

Categories