UINSA Newsroom, Sabtu (04/07/2026); UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menjadi tuan rumah kegiatan, ‘Konsinyering Persiapan Implementasi Interkoneksi Simpeg dan Aplikasi Gaji Web Pada Kementerian Agama RI’ yang digelar pada Sabtu-Selasa, 4-7Juli 2026 di Malang. Kegiatan ini diikuti perwakilan peserta dari satuan kerja dibawah Kementerian Agama RI se- Indonesia.

Hadir selaku narasumber kegiatan, Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd., M.Ec.Dev., CRMP/Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Agama; Dr. Muhammad Zain, M.Ag./Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama; Samsul Anam/Kepala Seksi Transformasi Akuntansi, Pelaporan, dan Misi Khusus Direktorat Sistem Perbendaharaan Kementerian Keuangan; Andika Prameswari Candra kusumawardani/Pelaksana Direktorat Sistem Perbendaharaan Kementerian Keuangan; Perdhana Qomarul Herlambang/PTPN Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A1 Surabaya II Staf Biro Keuangan dan BMN Kementerian Agama.

Turut hadir dari unsur Kementerian Agama RI: Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran, Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri, Kepala Biro Pusat Data dan Teknologi Informasi, serta. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik.
Sementara itu, total peserta yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan ini sebanyak 204 orang. Terdiri dari perwakilan dari Biro Keuangan dan BMN; Biro SDM; Badiklat Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar; Balai Litbang Agama Semarang; PTKN; Kanwil Kemenag se-Indonesia, serta Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMA) Jakarta.

Plt. Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., dalam sambutan selamat datang menyampaikan, bahwa para peserta konsinyering menjadi bagian dari kemuliaan besar yang sedang dibangun Kementerian Agama lewat transisi Aplikasi Gaji Web (AGW). Plt. Rektor menjelaskan, bahwa interkoneksi antara simpeg dengan AGW mensyaratkan adanya singkronisasi data yang perlu ditangani secara serius.
Lebih lanjut disampaikan Plt. Rektor, bahwa Satuan Kerja di bawah Kementerian Agama penting untuk menjawab tantangan dan keraguan banyak pihak. Dimana Kementerian Agama kerapkali dianggap sebagai satker yang hanya bisa berdoa. “Mari kita jawab nyinyirnya banyak orang itu dengan kinerja terbaik kita di ruang aplikasi birokrasi kepegawaian dan keuangan,” ujar Prof. Muzakki.
Plt. Rektor menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan saja bentuk changes, tapi sebuah transform kelembagaan baik dari segi layanan, database, aplikasi, hingga mindset kerja. “Terima kasih, mudah-mudahan tetap semangat untuk menjaga kemuliaan di Kementerian Agama,” tukas Prof. Muzakki.
Sementara itu, Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Agama dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya transformasi kelembagaan Kementerian Agama. Dimana sekat-sekat birokrasi tidak lagi menjadi penghalang untuk bisa bekerjasama demi layanan yang lebih baik. Khususnya di bidang layanan keuangan dan kepegawaian.


Dalam tiga tahun terakhir misalnya, menurut Kepala Biro Keuangan dan BMN, Kementerian Agama mengalami kesulitan dalam hal penghitungan pagu minus. Berbagai langkah penanganan pun dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya dengan menggelar pleno bersama masing-masing satker.

“Inilah yang kemudian kami sadar, cara primitif boleh terjadi di masa darurat. Kita harus bisa menemukan cara paling bagus,” ujar Dr. Ahmad Hidayatullah.
Hadirnya interkoneksi antara Simpeg dan AGW, lanjut Kepala Biro Keuangan dan BMN, diharapkan agar kinerja di Kementerian Agama semakin prima terutama dalam hal gaji pegawai dan belanja pegawai. “Jika dua hal itu sudah bukan masalah lagi, kita ingin punya waktu dan kesempatan berpikir yang inovatif,” tegas Dr. Ahmad Hidayatullah.

Usai dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Agama, kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi pleno bersama para narasumber dari Tim Pengembangan Simpeg dan Biro Keuangan dan BMN. Dalam kesempatan ini, para peserta didampingi langsung untuk melakukan verifikasi serta sharing terkait berbagai kendala dalam penanganan data kepegawaian. (Nur/Humas)
Redaktur: Nur Hayati
Desain Foto: MN. Cahaya/Kamal