
UINSA Newsroom, Kamis (27/08/2026); Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali mematangkan persiapan implementasi penilaian Beban Kinerja Dosen (BKD) melalui Aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER). Setelah pelaksanaan Maturity BKD melalui Aplikasi SISTER, UINSA menggelar Simulasi Penilaian BKD SISTER pada Kamis (27/08/2026) di Hall Lantai 5 Gedung GreenSA Inn Sidoarjo.
Kegiatan tersebut diikuti 52 asesor dan 74 trainer dari unsur fakultas dan unit kerja di lingkungan UINSA. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan implementasi penilaian BKD melalui SISTER yang dilaksanakan sepanjang Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan difasilitasi Tim Bidang Organisasi dan Kepegawaian (OK) serta berada di bawah supervisi langsung Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UINSA Surabaya.
Hadir sebagai pemateri, Ir. David Aulia Akbar Adhieputra, S.Kom., M.T.I., Ketua Tim Aplikasi, Keamanan Informasi, dan Transformasi Digital Pusat Data dan Teknologi Informasi (PUSDATIN), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Rizky Tito Prasetyo, M.T.I., dari Tim SISTER DIKTI.

Ketua Tim Bidang OK UINSA, Nanang Kurniawan, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa pelaporan BKD merupakan kewajiban administratif dosen setiap semester terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kehadiran Aplikasi SISTER menjadi bagian dari upaya digitalisasi pelaporan agar proses administrasi kinerja dosen dapat dilakukan secara lebih mudah dan terpusat.
“Tertib administrasi dan keakuratan data kinerja dosen itu penting. Karena data yang valid akan berdampak pada tunjangan, kenaikan jabatan, dan akreditasi institusi,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan coaching clinic bagi para trainer bersama Tim PUSDATIN untuk membahas hasil mitigasi risiko yang telah dilakukan. Pada waktu yang sama, di ruang berbeda, dilaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis bagi asesor BKD/SISTER.
Plt. Ketua LPM UINSA, Dr. Ali Mustofa, M.Pd., menyampaikan bahwa UINSA baru pertama kali menggunakan Aplikasi SISTER untuk pelaporan BKD. Karena itu, diperlukan berbagai penyesuaian serta pemenuhan dan kelengkapan data.

Berdasarkan hasil mitigasi, ditemukan sejumlah anomali data yang diharapkan dapat segera dituntaskan sebelum batas akhir pengisian dan penilaian BKD.
Menurut Dr. Ali Mustofa, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses panjang yang telah dilakukan sejumlah unit kerja, antara lain Tim OK, LPM, PUSTIPD, admin universitas, dan UPPS, dalam mempersiapkan kewajiban pelaporan BKD dosen melalui Aplikasi SISTER.

“Itu sudah kita lalui bersama-sama, sampai pada titik kita mengumpulkan para asesor pada siang hari ini,” jelasnya.
Dalam kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut, Tim LPM juga secara langsung melakukan simulasi proses penilaian BKD melalui Aplikasi SISTER. Simulasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para asesor mengenai tahapan dan mekanisme penilaian sebelum periode penilaian resmi dimulai.

“Terima kasih atas kehadiran bapak/ibu di tengah-tengah kesibukan melaksanakan tugas-tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi,” imbuh Dr. Ali Mustofa.
Sementara itu, Plt. Sekretaris LPM UINSA, Ahmad Yusuf, M.Kom., menjelaskan bahwa periode penilaian BKD melalui Aplikasi SISTER akan berlangsung pada 1–7 September 2026.

Sebelum periode penilaian dimulai, para asesor diharapkan memahami langkah-langkah penggunaan aplikasi serta kelengkapan isian yang diperlukan. Dengan demikian, proses penilaian BKD melalui SISTER dapat berjalan lebih efektif dan lancar. (Nur/Humas)
Redaktur: Nur Hayati
Foto: Kamal
