
MATARAM, 29 Agustus 2026 — Dalam upaya berkelanjutan memperkuat tata kelola laboratorium serta meningkatkan standar kompetensi Tenaga Kependidikan (Tendik), Tiga orang Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) turut serta secara aktif dalam rangkaian agenda nasional Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan Indonesia (PPLPI). Kegiatan yang mengusung tema peningkatan profesionalitas dan kompetensi laboratorium pendidikan ini berlangsung pada 26–29 Agustus 2026 di Rinjani Ballroom, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Rangkaian perhelatan tingkat nasional ini mencakup Workshop Nasional, Pelatihan Teknis, Sertifikasi Kompetensi, hingga Musyawarah Nasional (Munas) IV PPLPI. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., bersama Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd.
Keikutsertaan delegasi FTIK menjadi langkah strategis fakultas dalam merespons perkembangan keilmuan dan teknologi laboratorium modern. Kepala Laboratorium FTIK, Muhammad Syahru Ahmad, yang juga menjadi peserta aktif PLP dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi mutakhir dan sertifikasi profesional dalam menunjang layanan akademik universitas.
“Partisipasi kami dalam Workshop Nasional dan Munas IV PPLPI ini bukan sekadar menghadiri agenda asosiasi profesi, melainkan bentuk komitmen nyata FTIK dalam mengakselerasi kompetensi Pranata Laboratorium Pendidikan. Melalui materi inovatif seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam tata kelola lab hingga penguatan riset berbasis ekosistem laboratorium berstandar internasional, kami optimistis dapat menerapkan praktik-praktik terbaik (best practices) tersebut untuk mengoptimalkan layanan praktikum serta riset mahasiswa dan dosen di FTIK,” ujar Muhammad Syahru Ahmad.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta dibekali dengan berbagai wawasan dan keterampilan praktis melalui serangkaian sesi workshop intensif. Salah satu sorotan utama adalah materi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengisian serta pengawasan tata kelola laboratorium yang disampaikan oleh Dr. Adi Riyadhi, S.Si., M.Si. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan materi Framework Karya Inovasi Laboran Berdampak dari Ir. Nana Heryana, M.T., IPU. (ITB) yang menekankan pada kreativitas, efisiensi sumber daya, dan kelayakan implementasi karya laboran.
Dalam sesi workshop internasional, narasumber dari University Malaysia Terengganu (UMT), ChM. Asrul Azani Bin Mahmood, memaparkan materi bertajuk “Towards International Reference Laboratory Ecosystem” dengan fokus pembahasan pada pengujian ketulenan ambergris (Ambergris-Authenticity Testing Experience). Pemaparan ini membagikan pengalaman dan praktik terbaik UMT dalam membangun laboratorium rujukan berbasis pengujian otentisitas material yang diakui secara global. Sesi tersebut memperkuat wawasan peserta mengenai standar ekosistem laboratorium berkelas dunia sekaligus mendorong peluang kolaborasi dan internasionalisasi pengelolaan laboratorium pendidikan Indonesia ke tingkat global.

Selain workshop teknis, rangkaian agenda ini juga menggelar Musyawarah Nasional IV PPLPI yang membahas Laporan Pertanggungjawaban pengurus pusat, penetapan rancangan kerja komisi, hingga pemilihan Ketua Umum PPLPI periode mendatang.
Dengan keikutsertaan ini, FTIK berharap kualitas pengelolaan laboratorium di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dapat terus berkembang secara eksponensial, berdaya saing tinggi, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi