Senin, 18 Mei 2026, Suasana berbeda terasa di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya. Apel pagi yang diikuti oleh seluruh pimpinan dan tenaga kependidikan berlangsung hangat dan penuh refleksi. Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Layanan Internasional, Nabiela Naily, bertugas sebagai Pembina Apel dan menyampaikan amanat yang sarat makna tentang waktu, peluang, serta tanggung jawab generasi saat ini dalam mempersiapkan masa depan bangsa.

Dalam sambutannya, beliau mengawali dengan kalimat sederhana namun mendalam: “This too shall pass.” Sebuah ungkapan yang sering digunakan untuk menguatkan seseorang ketika menghadapi kesulitan, namun juga menjadi pengingat bahwa setiap kebahagiaan dan kenyamanan pun pada akhirnya akan berlalu. Pesan tersebut mengajak seluruh sivitas akademika untuk memaknai waktu sebagai anugerah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Beliau menegaskan bahwa bekerja dan mengabdi di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya merupakan sebuah keberuntungan sekaligus amanah besar. Seluruh elemen kampus, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan, memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus yang unggul dan berdaya saing global.

Dalam amanatnya, Nabiela naily juga membagikan pengalaman diskusi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Dari pertemuan tersebut, diperoleh gambaran bahwa dunia saat ini menyediakan begitu banyak peluang kerja internasional bagi generasi muda Indonesia, termasuk bagi lulusan sarjana dari berbagai bidang. Beliau menyampaikan bahwa bonus demografi Indonesia tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan aset besar yang dapat dimaksimalkan apabila seluruh pihak mampu bersinergi dan mempersiapkan generasi muda dengan sungguh-sungguh.
“Sekarang tugas utama kita bukan hanya menyelesaikan perjalanan hidup kita sendiri, tetapi juga membimbing dan mendidik adik-adik serta anak-anak kita agar menjadi generasi penerus yang mampu menguatkan bangsa dan umat,” ungkap beliau di hadapan peserta apel.
Selain itu, beliau juga mengajak seluruh keluarga besar UIN Sunan Ampel Surabaya untuk terus bersyukur dalam setiap keadaan. Kehidupan, menurutnya, adalah rangkaian pergantian antara kebahagiaan dan kesedihan yang harus dihadapi dengan syukur dan kesabaran. Dalam setiap tantangan, terdapat pelajaran. Dalam setiap kebahagiaan, terdapat momen yang patut dihargai sebelum akhirnya berlalu.

Apel pagi tersebut tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga momentum refleksi bersama tentang pentingnya memanfaatkan waktu, memperkuat kolaborasi, serta menyiapkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global. Pesan sederhana “This too shall pass” menjadi pengingat bahwa setiap fase kehidupan akan berlalu, sehingga manusia dituntut untuk terus belajar, bersyukur, dan memberikan manfaat terbaik selama kesempatan masih ada.
N_
A_