Soroti Hedonisme Konten Raymond Chin, Karya Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Resmi Terbit di SINTA 3

Fakultas Ushuludin & Filsafat
August 21, 2026

Soroti Hedonisme Konten Raymond Chin, Karya Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Resmi Terbit di SINTA 3

SURABAYA — Fenomena pergeseran gaya hidup, hedonisme, dan pamer kekayaan di media sosial kini tak hanya menjadi konsumsi publik semata, melainkan juga objek kajian ilmiah yang mendalam. Berhasil mengeksplorasi isu hangat ini, tim peneliti mahasiswa yang terdiri dari Alfiandi Putra Nur Amin dan Dakhirotul Ilmiyah  jurusan Ilmu Hadis resmi menerbitkan artikel ilmiah mereka di jurnal terakreditasi nasional SINTA 3, yakni ISHLAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah pada edisi Juni 2026.

Penelitian berdurasi satu tahun tersebut mengusung judul “Hedonism and Spirituality from the Perspective of the Hadith on Istidraj: A Netnographic Analysis Youtube Content of @Raymondchin”. Riset ini menyoroti bagaimana teks keagamaan, khususnya hadis tentang istidraj (kenikmatan yang diberikan sebagai ujian/jebakan) dimaknai dan direspons oleh masyarakat digital melalui kolom komentar pada konten YouTube kreator finansial ternama, Raymond Chin.


Proses panjang menuju publikasi ini tidaklah mudah. Alfiandi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama riset terletak pada tahap pengolahan dan analisis data digital. Memanfaatkan pendekatan netnografi, tim peneliti harus membaca dan memilah ribuan komentar penonton yang sangat beragam.

“Tantangan utamanya adalah mengelompokkan ribuan respons audiens ke dalam kategori afirmatif, kontra, dan netral secara objektif, lalu menghubungkannya dengan teori netnografi dan konteks hadis istidraj secara sistematis,” jelas Alfiandi.

Meski melewati proses seleksi dan penyempurnaan yang ketat dengan dua kali tahap revisi dari tim editor jurnal, dedikasi mereka akhirnya membuahkan hasil manis.

Hasil penelitian ini memberikan sumbangsih penting, baik secara akademis maupun kemasyarakatan. Secara akademis, riset ini membuktikan bahwa platform media sosial seperti YouTube tidak lagi sekadar menjadi sarana penyampaian informasi searah, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang dialektika keagamaan modern. Pemahaman keagamaan masyarakat saat ini dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi publik, respons emosional, hingga kerja algoritma platform.

Sementara bagi masyarakat umum, penelitian ini menghadirkan pesan reflektif agar publik tidak mengukur indikator kesuksesan dan kebahagiaan hidup hanya berdasarkan standar materi semata, melainkan tetap memegang teguh nilai-nilai spiritualitas dan kesadaran diri.


Menariknya, artikel ilmiah ini diselesaikan sebagai pemenuhan persyaratan kelulusan jalur Non-Skripsi. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi SINTA merupakan alternatif tugas akhir yang highly relevan dan berdampak luas.

Keberhasilan publikasi ini juga tidak lepas dari dukungan penuh pihak akademisi dan institusi. Alfiandi dan tim menyampaikan apresiasi mendalam kepada para dosen pembimbing, Prof. Zamzami dan Pak Lutfi, serta Program Studi dan Universitas yang memberikan supervisi penuh selama proses penelitian.

Menutup keterangannya, Alfiandi memberikan dorongan semangat bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya agar tidak ragu mencoba jalur publikasi ilmiah.

“Kuncinya adalah tetap semangat, konsisten, dan jangan pernah menyerah. Proses penulisan dan revisi jurnal memang membutuhkan ketahanan, namun saat karya kita berhasil terbit dan dibaca publik, semua lelah itu akan terbayar tuntas,” pungkasnya.

Penulis: Lathifatul Fuadah

Tag Post :

FUF Uinsa, Media Center FUF, uinsa, UINSAHebat

Categories