
Pelaksanaan tes wawancara Seleksi Calon Mahasiswa Indonesia ke Maroko Tahun 2026 berlangsung lancar dan tertib di berbagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP), termasuk di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Tes yang dilaksanakan serentak pada Rabu (10/6) ini merupakan tahapan penting dalam proses seleksi calon penerima beasiswa studi ke Maroko. Sejak pagi hari, para peserta telah hadir untuk melakukan verifikasi berkas sebelum mengikuti rangkaian wawancara yang dimulai pukul 08.00 WIB. Materi yang diujikan meliputi hafalan Al-Qur’an minimal satu juz, kemampuan qiraatul kutub, serta wawasan keislaman dan kebangsaan.
Di UIN Sunan Ampel Surabaya, proses wawancara dilaksanakan di Gedung Student Central dengan pembagian tiga ruang wawancara. Para peserta diuji oleh tim penguji yang terdiri dari para profesor dan akademisi berpengalaman dalam bidang keislaman, kebahasaan, serta wawasan kebangsaan. Ketua Konsorsium Pusat Bahasa PTKI, Dr. Mohamad Budiono,M.Pd.I menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kesiapan akademik, kedisiplinan, serta semangat yang luar biasa dalam mengikuti seleksi. Menurutnya, antusiasme dan kualitas peserta tahun ini menjadi indikator positif bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia di kancah internasional.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seleksi wawancara tidak hanya bertujuan mengukur kemampuan hafalan Al-Qur’an dan penguasaan kitab, tetapi juga menilai kesiapan peserta dalam beradaptasi dengan lingkungan akademik internasional serta pemahaman mereka terhadap nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama.Pelaksanaan seleksi yang berlangsung kondusif ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk panitia lokal, penguji, dan perguruan tinggi penyelenggara yang telah memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai pedoman teknis yang telah ditetapkan. Melalui program pengiriman mahasiswa ke Maroko, diharapkan lahir generasi muda Indonesia yang unggul dalam penguasaan ilmu-ilmu keislaman, memiliki wawasan global, serta mampu memperkuat hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Maroko.