“Scroll, Checkout, Repeat”: Lewat Kajian Belanja Impulsif Mahasiswa Ilmu Hadis Tembus Sinta 2

Fakultas Ushuludin & Filsafat
August 26, 2026

“Scroll, Checkout, Repeat”: Lewat Kajian Belanja Impulsif Mahasiswa Ilmu Hadis Tembus Sinta 2

Surabaya — Fenomena belanja online yang semakin lekat dengan kehidupan masyarakat digital turut menjadi perhatian dalam kajian hadis. Hal tersebut dilakukan oleh Mohammad Yusuf Zakaria, mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Hadis UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), melalui artikel ilmiahnya yang berhasil dipublikasikan pada jurnal terakreditasi SINTA 2. Artikel berjudul “The ‘Scroll, Checkout, Repeat’ Phenomenon from a Hadith Perspective: A Thematic Study of the Concepts of Israf and Consumption Control” tersebut mengkaji fenomena konsumsi impulsif di era digital melalui perspektif hadis. Yusuf berupaya mempertemukan nilai-nilai yang terkandung dalam hadis dengan realitas kehidupan masyarakat yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, algoritma media digital, serta strategi pemasaran daring.

Dalam kajiannya, Yusuf menyoroti kebiasaan pengguna dalam melakukan aktivitas belanja online secara berulang, mulai dari melihat-lihat produk melalui layar, melakukan pembelian secara spontan, hingga mengulangi perilaku tersebut. Fenomena inilah yang kemudian ia gambarkan melalui istilah “scroll, checkout, repeat”. Menurut Yusuf, persoalan konsumsi di era digital tidak lagi sebatas persoalan kemampuan finansial seseorang untuk membeli suatu barang. Tantangan yang lebih kompleks terletak pada kemampuan individu dalam mengendalikan keinginan di tengah derasnya promosi digital yang terus berupaya menarik perhatian konsumen.

Melalui perspektif hadis, Yusuf menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak hanya berbicara mengenai larangan berlebih-lebihan atau israf, tetapi juga menawarkan prinsip pengendalian konsumsi. Konsep seperti qana’ah atau merasa cukup, menjaga perhatian terhadap hal-hal yang bermanfaat, serta menggunakan harta secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam membangun etika konsumsi di era digital. “Di era sekarang tantangan konsumsi sudah bukan hanya punya uang atau tidak, tetapi bagaimana kita mengendalikan keinginan di tengah algoritma dan promosi digital yang terus menggerus perhatian,” jelas Yusuf.

Menurutnya, relevansi hadis terhadap fenomena konsumsi digital semakin kuat ketika masyarakat dihadapkan pada berbagai strategi pemasaran yang dirancang untuk mendorong keputusan pembelian secara cepat. Promo, flash sale, gratis ongkir, hingga fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perilaku konsumsi seseorang. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai hadis tidak berhenti sebagai ajaran normatif yang hanya relevan pada konteks masa lalu. Sebaliknya, prinsip-prinsip etis yang terkandung di dalamnya dapat terus dikontekstualisasikan untuk membaca berbagai persoalan sosial yang muncul dalam kehidupan modern, termasuk budaya konsumsi digital.

Artikel ini bukan merupakan pengalaman pertama Yusuf dalam dunia kepenulisan ilmiah. Sebelumnya, ia telah memiliki pengalaman menulis di jurnal ber-ISSN dan jurnal terakreditasi SINTA 4. Salah satu artikelnya yang pernah dipublikasikan berjudul “Gugatan Atas Eksistensi Agama di Ruang Publik” yang diterbitkan dalam Jurnal Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah.

Dalam proses penulisan artikel yang berhasil menembus SINTA 2 tersebut, Yusuf mengaku tidak menghadapi kendala yang berarti. Tantangan yang lebih banyak ia rasakan berada pada proses revisi. Dukungan dan bimbingan dosen menjadi salah satu faktor yang membantunya menyelesaikan proses penelitian dan publikasi.

Bagi Yusuf, proses menulis merupakan perjalanan yang membutuhkan keberanian untuk memulai. Ia mengajak mahasiswa yang sedang belajar menulis agar tidak merasa rendah diri ketika tulisannya masih memiliki banyak kekurangan. “Jangan takut kalau tulisan kalian masih berantakan, masih banyak salah, atau terasa belum layak dibaca. Kita semua memang berangkat dari ketidaktahuan. Tidak ada penulis yang langsung lahir dengan tulisan yang sempurna,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya membaca, mencoba, dan terbuka terhadap kritik. Menurutnya, setiap tulisan yang dihasilkan merupakan bagian dari proses membangun cara berpikir dan menemukan karakter dalam menulis. “Jangan menunggu hebat untuk mulai menulis, karena justru dengan menulislah kita perlahan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Keberhasilan Mohammad Yusuf Zakaria menembus jurnal SINTA 2 menunjukkan bahwa kajian hadis memiliki ruang yang luas untuk berdialog dengan persoalan kontemporer. Fenomena belanja impulsif yang tampak sederhana dalam keseharian ternyata dapat dikaji melalui pendekatan keilmuan hadis untuk menemukan prinsip etis dalam mengendalikan perilaku konsumsi masyarakat di tengah perkembangan ekosistem digital.

Tag Post :

FUF Uinsa, Media Center FUF, uinsa, UINSAHebat, uinsajaya

Categories