SURABAYA, FISIP UINSA – Pengelola Jurnal The Sunan Ampel Review of Political and Social Sciences (SARPASS) menggelar rapat internal yang dirangkaikan dengan syukuran pada Senin (3/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Laboratorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Ampel Surabaya ini berfokus pada evaluasi tata kelola serta penyusunan langkah strategis guna menjaga mutu artikel yang diterbitkan.
Rapat internal tersebut dihadiri secara langsung oleh Plt. Dekan FISIP UINSA sekaligus Editor-in-Chief SARPASS, Prof. Dr. H. Abd. Chalik, M.Ag., serta Kepala Laboratorium FISIP, Dr. Zudan Rosyidi, M.A. Turut hadir jajaran pengelola jurnal, antara lain Ridha Amaliah, Ph.D. (Executive Editor), Luthfi Nur Hidayatullah, M.Hub.Int. (Editor), serta empat Asisten Editor, yaitu Firmansyah, M.Ag., M. Basuki Rahmat, M.Ip., Dhimas Rudi Hartanto, M.Han., dan Agus Syarifudin Efendi, M.A.
Acara dibuka oleh Dr. Zudan Rosyidi yang menyampaikan arah dan tujuan pertemuan, sebelum menyerahkan forum kepada Prof. Abd. Chalik. Dalam sambutannya, Prof. Chalik mengenang kembali rekam jejak perjuangan panjang berdirinya SARPASS. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para perintis, seperti Ridha Amaliah dan Luthfi Nur Hidayatullah, serta Firmansyah yang konsisten mengawal teknis Open Journal System (OJS), di bawah pengorganisasian Dr. Zudan Rosyidi.
Prof. Chalik menyoroti lompatan besar SARPASS yang berawal dari keterbatasan naskah hingga sempat memberi insentif bagi penulis, hingga akhirnya berhasil merangkak naik dari belum terakreditasi, meraih Sinta 4, dan sukses menembus Sinta 2 saat re-akreditasi pada Oktober 2025 lalu. Keberhasilan ini dinilai sebagai buah manis dari kerja keras dan dedikasi kolektif seluruh elemen pengelola.
Di tengah dinamika transisi kepemimpinan institusi dan tantangan administratif, Prof. Chalik menegaskan bahwa komitmen pengelola tidak boleh surut. Menurutnya, dinamika jabatan maupun hal teknis lainnya tidak mengurangi profesionalisme tim dalam membesarkan FISIP UINSA. Dedikasi penuh tetap menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan serta reputasi akademik jurnal.
Menghadapi status baru sebagai jurnal terakreditasi Sinta 2, Prof. Chalik mengingatkan tim agar tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan mengingat banyaknya kasus jurnal yang mengalami penurunan peringkat Sinta. Oleh karena itu, fungsi kontrol dan koordinasi harus ditingkatkan, dengan posisi Editor-in-Chief sebagai “penjaga gawang” atas standar mutu ilmiah naskah.
Dalam rapat koordinasi ini, pengelola secara spesifik membahas penataan ulang mekanisme editing naskah dan pembagian job desk secara presisi. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap alur penelaahan berjalan optimal. Selain itu, direncanakan pula peningkatan kuota penerbitan hingga 13 artikel per edisi guna mengakomodasi tingginya antusiasme serta kebutuhan publikasi ilmiah.
Untuk mengatasi tantangan ketersediaan naskah edisi mendatang yang saat ini baru masuk satu artikel, Prof. Chalik menginstruksikan pelaksanaan Call for Papers secara masif. Promosi akan digencarkan secara berkala seminggu sekali melalui saluran media sosial dan grup jejaring akademik guna menjaring naskah-naskah berkualitas dari berbagai instansi secara lebih luas.
Guna memperkuat pemetaan keilmuan, muncul gagasan strategis untuk membagi fokus isu per edisi secara jelas. Direncanakan edisi penerbitan periode Januari–Juni akan berfokus pada isu-isu Politik, sedangkan edisi Juli–Desember difokuskan pada isu-isu Sosial. Pola tematik ini diharapkan memudahkan pembaca dan calon penulis dalam menyelaraskan fokus kajian mereka.
Sebagai penutup, aspek penguatan citra institusi turut menjadi perhatian. Prof. Chalik menugaskan untuk membuat display acrylic untuk seluruh jurnal yang dimiliki FISIP. Langkah visual ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga sekaligus menjadi sarana sosialisasi yang efektif bagi para dosen dan mahasiswa FISIP UINSA atas karya akademik yang dimiliki fakultas.(ASE)