Yogyakarta — Asosiasi Dosen Jurusan/Program Studi Matematika dan Pendidikan/Tadris Matematika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Se-Indonesia (ADMAPETA-PTKI) menyelenggarakan Rapat Kerja dan Workshop Tahun 2026 sebagai forum penguatan dan pengembangan Program Studi Matematika serta Pendidikan/Tadris Matematika di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Kegiatan yang dilaksanakan pada 29–31 Juli 2026 di Yogyakarta tersebut diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi anggota ADMAPETA-PTKI, termasuk Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya.
Raker dan workshop tahun ini membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan Program Studi, khususnya penguatan dan evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Pembahasan juga mencakup keterkaitan CPL dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub-CPMK, serta pengembangan sistem asesmen sebagai bukti ketercapaian kompetensi lulusan.
Dalam forum tersebut, peserta juga mendapatkan ruang untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan standar akreditasi dan implikasinya terhadap penyusunan kurikulum di masing-masing Program Studi. Pengembangan kurikulum menjadi salah satu isu penting mengingat setiap Program Studi memiliki karakteristik, kebutuhan, dan tantangan yang beragam.
Pada pembahasan bidang Program Studi Matematika, diskusi hari kedua berlangsung cukup dinamis, khususnya terkait rekomendasi kurikulum minimal Program Studi S1 Matematika. Dokumen rekomendasi tersebut menjadi salah satu bahan diskusi dalam melihat arah pengembangan kurikulum Matematika di Indonesia.
Sejumlah perwakilan Program Studi Matematika di lingkungan PTKI menyampaikan pandangan mengenai pentingnya mempertimbangkan karakteristik masing-masing perguruan tinggi dalam penerapan rekomendasi kurikulum. Salah satu perhatian yang muncul adalah keberagaman latar belakang dan kemampuan awal mahasiswa di berbagai PTKIN.
Diskusi kemudian berkembang pada upaya menemukan keseimbangan antara kebutuhan untuk menjaga standar kompetensi inti matematika dan pentingnya memberikan fleksibilitas bagi Program Studi dalam menyusun kurikulum sesuai dengan karakteristik mahasiswa serta visi keilmuan institusinya.

Pembahasan bidang Matematika menghadirkan Prof. Sri Wahyuni, Ph.D. dari Program Studi Matematika Universitas Gadjah Mada (UGM). Sementara itu, pembahasan bidang Pendidikan Matematika menghadirkan Dr. Epha Diana Supandi dari UIN Sunan Kalijaga.
Menurut Rahmat Prasetyadi Widyasmara Nurhadi, M.Si., dosen Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya yang mengikuti kegiatan tersebut, pengembangan kurikulum perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada penentuan mata kuliah.
“Yang menjadi perhatian utama bukan hanya mata kuliah apa yang diajarkan, tetapi kompetensi apa yang harus dimiliki oleh lulusan serta bagaimana ketercapaian kompetensi tersebut dapat dibuktikan melalui proses pembelajaran dan asesmen,” ujarnya.
Dalam konteks pendidikan berbasis capaian, keterkaitan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, mata kuliah, CPMK, Sub-CPMK, pembelajaran, dan asesmen menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendidikan yang terintegrasi.
Melalui Raker ADMAPETA-PTKI 2026, setiap peserta diharapkan dapat membawa hasil diskusi dan pertukaran gagasan untuk menjadi bahan penguatan Program Studi di institusi masing-masing.
Bagi Program Studi Matematika UIN Sunan Ampel Surabaya, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan, memperkuat jejaring akademik, serta memperoleh masukan dalam pengembangan kurikulum dan sistem pembelajaran.
Ke depan, kolaborasi antarperguruan tinggi melalui ADMAPETA-PTKI diharapkan dapat terus menjadi ruang bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan Matematika dan Pendidikan Matematika, sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan adaptasi, dan kesiapan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.