
Pusat Pengembangan Bahasa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dipercaya menjadi salah satu tempat pelaksanaan Ujian Tahdid Mustawa (Uji Kompetensi Penentuan Level) Bahasa Arab bagi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir tahun 2026. Pelaksanaan ujian untuk wilayah Surabaya, Malang, NTB, dan Kalimantan ini berlangsung khidmat pada Ahad, 21 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pembukaan Ujian Tahdid Mustawa Markaz Tatwir Al-Azhar Mesir 2026 yang diselenggarakan bekerja sama dengan Konsorsium Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (KPB PTKI) serta Kementerian Agama Republik Indonesia di bawah arahan Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA. Tahdid mustawa dilaksanakan sebagai langkah awal yang sangat krusial untuk memetakan dan melihat sejauh mana kemampuan serta level bahasa Arab para camaba sebelum mereka mengikuti tahapan atau proses akademik berikutnya di Mesir. Melalui ujian ini, kompetensi masing-masing peserta dapat terukur secara akurat dan objektif.
Tercatat sebanyak 78 peserta mengikuti ujian di titik lokasi yang dikoordinasikan oleh UINSA. Seluruh peserta yang hadir merupakan camaba yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi berkas dan administrasi pada tahap pendahuluan. Menanggapi hal ini, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UINSA, Dr. Mohamad Budiono, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepada UINSA untuk mengawal proses penting ini. “Tahdid mustawa ini adalah instrumen krusial sekaligus langkah awal untuk menakar kesiapan linguistik para calon mahasiswa sebelum mereka menempuh studi di Mesir. Kami di Pusat Pengembangan Bahasa UINSA berkomitmen penuh memfasilitasi 78 peserta ini agar ujian dapat berjalan dengan transparan, tertib, dan nyaman. Semoga hasil dari pemetaan ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk beradaptasi dengan iklim akademik di Al-Azhar,” ujar Dr. Mohamad Budiono, M.Pd.I.
Sebagai proses lanjutan setelah peserta dinyatakan lolos seleksi awal, pelaksanaan teknis Tahdid Mustawa ini dilakukan dengan pengawasan ketat. Standarisasi ujian sepenuhnya dikoordinir langsung oleh Markaz Tathwir Al-Azhar Mesir yang dipimpin oleh Dr. Nahlah Al-Saeedi selaku Direktur Markaz Tatwir Mesir, di bawah naungan Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb. Koordinasi langsung dari pusat tersebut meliputi pembuatan konten soal, kesiapan perangkat, hingga sistem pelaksanaan ujian berbasis digital demi menjaga mutu dan integritas hasil kelulusan peserta.
Pelaksanaan ujian di UINSA berjalan dengan lancar dan kondusif berkat kesiapan infrastruktur laboratorium bahasa yang memadai. Agenda ujian Tahdid Mustawa nasional ini sendiri dijadwalkan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia sejak 16 Juni hingga berakhir pada 23 Juni 2026 mendatang untuk wilayah Sumatra & Makasar. Dengan suksesnya pelaksanaan di UINSA, diharapkan para camaba dapat memberikan hasil terbaik demi kelancaran studi mereka di Timur Tengah.