Publikasi Artikel Jurnal: Wadek I FUF Dorong Penelitian Kontekstual dalam Kajian Tafsir dan Hadis

Fakultas Ushuludin & Filsafat
May 4, 2026

Publikasi Artikel Jurnal: Wadek I FUF Dorong Penelitian Kontekstual dalam Kajian Tafsir dan Hadis

Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Mukhammad Zamzami, Lc., M.Fil.I. menjelaskan pentingnya kontekstualisasi penelititan dalam kajian tafsir al-Quran dan hadis dewasa ini.

Hal itu ia sampaikan dalam kunjungan Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUADAH) UIN Salatiga kepada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya (FUF UINSA) pada Selasa, 28 April 2026.

Prof. Zamzami menjelaskan bahwa beberapa tahun terakhir tren riset dalam program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir serta Ilmu Hadis mayoritas bersifat tekstual. Karena itu sekarang kedua program tersebut beralih penelitiannya kepada topik-topik kontekstual dan kontemporer. Topik-topik kontemporer itu seperti digital tafsir ataupun digital hadis.

“Sebenarnya tren-tren riset yang pragmatis itu sebenarnya sudah lama kita baca. Bahwa hari ini kajian digital hadis, digital tafsir itu sangan minim. Maka dari itu kemudian desain tren riset di antara tema-tema yang ada di prodi-prodi itu selalu memasukkan unsur-unsur itu,” jelasnya.

“Nah, akhinya kemudian mahasiswa kita paksa untuk belajar digital religion, yang sifatnya mendasar. Misalnya anak-anak juga belajar buku-buku understanding sosial media. Nah, itu yang coba kami formulasikan di dalam kelas semester lima,” sambungnya.

Serupa juga dalam kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir, menurutnya, tren penelitiannya sekarang adalah seputar topik-topik reinterpretasi al-Quran, al-Quran dan sosial budaya, al-Quran dan digital humanities, serta al-Quran dan kajian manuskrip.

Prof. Zamzami juga menceritakan penelitian mahasiswa-mahasiswa program studi Ilmu Hadis yang dapat tembus ke jurnal-jurnal Sinta 1 bahkan Scopus. Menurutnya hal itu menjadi kebanggaan bagi instansi dan tentu juga bisa menjadi alternatif tugas akhir selain skripsi. “Kemarin ada tiga mahasiswa prodi Ilmu Hadis yang terbit di Sinta 1,” ungkapnya.

Meski demikian, ia juga menceritakan bahwa untuk mencapai jurnal-jurnal yang terindeks sinta 1 atau 2 bahkan hingga Scopus, perlu dimulai dari semester lima. Karena menurutnya, penulisannya perlu persiapan yang matang dan cukup.

“Jadi memang submitnya publikasi itu harus semester lima. Jadi kalau semester lima dibimbing, satu semester selesai. Begitu magang mereka submit. Proses review-nya setengah tahun. Semester tujuh kalau lancar bisa publish, dan mereka bisa lulus,” pungkasnya.

Penandatanganan MoU FUF UINSA – FUADAH UIN Salatiga. (Sumber: Dokumentasi Medcen FUF)

Dalam acara silaturrahim ini, FUADAH UIN Salatiga membawa serta rombongan dalam empat bis. Para rombongan terdiri dari mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Quran dan Tafsir, dan Ilmu Hadis. Turut serta juga para ketua program studi, para pegawai, dan tenaga pendidikan.

Wakil Dekan I FUADAH UIN Salatiga, Prof. Dr. Benny Ridwan, M.Hum. menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kunjungannya ialah untuk menimba ilmu dan pengalaman kepada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya.

“Perlu kami sampaikan bahwa kami hadir ke UINSA ini dalam rangka ngangsu kawruh (menimba ilmu, red) pada hubungan kakak kandung karena usianya lebih tua daripada kita UIN Salatiga, untuk bisa kita menimba ilmu tentang ilmu-ilmu Ushuluddin dan juga ilmu-ilmu itu bisa diterima oleh masyarakat saat ini,” jelasnya.

Penulis: Iskandar Dzulkarnain

Tag Post :

Media Center FUF

Categories