Prodi S3 PGMI UINSA Gelar Webinar Nasional: Menguatkan Pendidikan Inklusif melalui Playing-Based Learning

doktorpgmi
May 26, 2026

Prodi S3 PGMI UINSA Gelar Webinar Nasional: Menguatkan Pendidikan Inklusif melalui Playing-Based Learning

UIN Sunan Ampel Surabaya melalui Program Studi S3 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) berhasil menyelenggarakan webinar nasional bertajuk “Membangun Pendidikan Inklusif Bermakna melalui Playing-Based Learning” pada Senin, 25 Mei 2026, pukul 09.00 WIB, secara daring. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dengan total 200 peserta terdaftar yang berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa, guru, praktisi pendidikan, serta pemerhati pendidikan inklusif dari berbagai daerah di Indonesia.

Webinar ini menjadi bagian dari komitmen Prodi S3 PGMI FTIK UIN Sunan Ampel Surabaya dalam memperkuat budaya akademik sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang adaptif, humanis, dan inklusif di tengah dinamika pendidikan abad ke-21. Momentum ini sejalan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne UINSA. Agenda selanjutnya adalah pengarahan sekaligus pembukaan resmi webinar oleh Prof. Dr. Muhammad Thohir, M.Pd, Dekan FTIK UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan visi besar pendidikan yang harus diwujudkan melalui praktik pembelajaran yang memberi ruang tumbuh bagi setiap peserta didik.

“Pendidikan inklusif menuntut hadirnya ruang belajar yang ramah, adaptif, dan memerdekakan. Salah satu pendekatan yang relevan adalah playing-based learning, karena melalui bermain anak dapat belajar secara alami, bermakna, dan tanpa tekanan,” ungkap beliau.

Setelah sambutan pembukaan, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Padamu Negeri sebagai penutup opening ceremonial. Agenda selanjutnya adalah sesi paparan narasumber, Pradina Paramitha, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang memaparkan urgensi pendekatan playing-based learning dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif yang sehat secara psikologis dan pedagogis. Webinar kali ini sengaja menghadirkan seorang psikolog praktisi agar pembahasan inclusive learning memiliki fondasi ilmiah, kedalaman psikologis, dan relevansi praktis.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa bermain bukan sekadar aktivitas rekreatif, melainkan medium belajar yang mampu mengembangkan aspek kognitif, sosial-emosional, kreativitas, serta kemampuan problem solving anak. Menurutnya, pembelajaran berbasis bermain memungkinkan guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang fleksibel dan mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

“Ketika anak bermain, sesungguhnya mereka sedang membangun makna, mengasah regulasi emosi, melatih komunikasi, dan belajar memahami dunia. Di sinilah pendidikan inklusif menemukan bentuknya yang paling alami,” jelas Pradina. Paparan tersebut memantik antusiasme peserta yang terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari strategi implementasi playing-based learning di kelas formal, tantangan guru dalam merancang aktivitas inklusif, hingga integrasi pendekatan ini dalam kurikulum di madrasah/ sekolah. Diskusi berlangsung dinamis dan reflektif, menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap transformasi praktik pembelajaran yang lebih berpihak pada kebutuhan individual peserta didik.

Sebagai penutup, Kaprodi S3 PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya menyampaikan closing statement yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan institusi pendidikan dalam membangun paradigma baru pendidikan yang inklusif, transformatif, dan bermakna. Kegiatan diakhiri dengan doa Bersama dan sesi foto Bersama.

Inclusive Learning: Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama, untuk Semua.” _HF

Tag Post :

Categories