
Malang, 12 Mei 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas akademik dan kapasitas diri mahasiswa, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab(BSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar kegiatan “Peningkatan Kompetensi Mahasiswa”. Peserta acara ini didominasi oleh Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab semester 4. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Pondok Pesantren Al-Fattah, Batu, Malang.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari empat kelas yang dibagi ke dalam dua armada bus. Bus pertama diisi oleh Kelas A dan B, sedangkan bus kedua diisi oleh Kelas C dan D. Sejak pagi hari pukul 06.00 WIB, para mahasiswa yang telah sarapan dari rumah sudah mulai berkumpul dengan antusias di Kampus Gunung Anyar.
Tepat pukul 07.00 WIB, rombongan bertolak menuju lokasi. Perjalanan dinilai terasa lebih khidmat karena diawali dengan pembukaan dan doa bersama di dalam bus yang dipimpin oleh Abdul Wahab Naf’an, MA., Ph.D. Sepanjang perjalanan, gema sholawat dan Syi’ir UINSA terus bersenandung. Sekitar pukul 09.00 WIB, bus tiba di rest area Kota Batu. Untuk mencapai lokasi utama di PP Al-Fattah, seluruh peserta bersama para dosen melakukan jalan sehat bersama sejauh kurang lebih 1 kilometer dari tempat parkir bus.

Setibanya di lokasi, acara inti langsung dibuka secara resmi oleh Hanun Khiyarotun Nisa’, M.Hum., salah satu Dosen Bahasa dan Sastra Arab selaku Master of Ceremony (MC). Rangkaian sambutan disampaikan oleh Ketua Program Studi BSA, Dr. Abdulloh Ubet, M.Ag. yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari KH. Abu Said selaku pemilik PP Al-Fattah Batu.
Memasuki sesi materi utama Penerjemah Dr. Muhammad Mubasysyir Munir, B.Ed., M.A hadir mengupas tuntas tema “Bagaimana Menjadi Penerjemah Profesional” yang cukup krusial bagi mahasiswa sastra arab.
Dalam memaparkan materi beliau menjelaskan Bagaimana kebutuhan penerjemah bahasa Arab sangat tinggi di berbagai sektor vital, mulai dari sektor diplomatik, industri, halal food, dunia digital, alat-alat medis, pariwisata, hingga sektor ekonomi.
Beliau juga menjelaskan jenis-jenis penerjemah. Antara penerjemah tulis (translator) yang menggarap artikel jurnal, buku/novel, profil perusahaan, dan berita digital, dengan penerjemah lisan (interpreter) untuk kebutuhan suara/audio di pengadilan, kepolisian, seminar, maupun komunikasi langsung.
Sebagai modal masa depan, pemateri merumuskan langkah konkret yang harus diambil mahasiswa, yaitu menggali ilmu bahasa Arab & Indonesia, menentukan spesialisasi, membangun portofolio, aktif di komunitas (seperti Himpunan Penerjemah Indonesia/HPI), membangun digital branding, hingga mengikuti sertifikasi profesi.

Usai pemaparan materi, acara berlanjut pada sesi tanya jawab Interaktif. Sesi diskusi ini didampingi oleh Abdul Wahab Naf’an, MA., Ph.D., dan Hanun Khiyarotun Nisa’, M.Hum. Antusiasme mahasiswa terlihat jelas lewat deretan pertanyaan kritis yang diajukan oleh beberapa delegasi mahasiswa.

Sebelum acara ditutup, Abdul Wahab Naf’an, MA., Ph.D kembali memberikan untaian kata penyemangat agar mahasiswa terus konsisten mengembangkan potensinya dan tidak ragu mengambil peluang di industri penerjemahan. Beliau juga menargetkan rencana tindak lanjut dari kegiatan ini untuk membangun jasa penerjemahan mandiri sebagai embrio menuju ruang industri penerjemahan yang lebih luas.

Acara formal ini kemudian diakhiri dengan doa, sesi foto bersama, serta dilanjutkan dengan ibadah sholat dzuhur berjamaah dan makan siang.
Tidak hanya fokus pada penguatan kompetensi akademik, kegiatan ini juga diselingi dengan momen refreshing untuk mahasiswa. Pada pukul 13.30 WIB, rombongan bergerak menuju destinasi wisata “Flora Wisata Santerra de Laponte”.

Di sana, para mahasiswa menikmati keindahan taman bunga dan spot foto menarik hingga pukul 16.00 WIB. Setelah menunaikan ibadah sholat Ashar, rombongan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pulang menuju Surabaya. Rombongan BSA UINSA akhirnya tiba kembali di Kampus Gunung Anyar dengan selamat pada pukul 20.30 WIB.
Pewarta: Shabrina Sakina Annajah, Arbila Dwi Samara
Penyunting: Aniqo Dhamar ‘Asyuro