Plt. Rektor UINSA Paparkan Peran Perguruan Tinggi dalam Penguatan Kesejahteraan Sosial di Dinas Sosial Jatim

UIN Sunan Ampel Surabaya
July 3, 2026

Plt. Rektor UINSA Paparkan Peran Perguruan Tinggi dalam Penguatan Kesejahteraan Sosial di Dinas Sosial Jatim

UINSA Newsroom, Jumat (03/07/2026); Plt. Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya hadir sebagai narasumber kegiatan bertajuk, ‘Peningkatan Kapasitas Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (TSKPO)’ yang digelar di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, JI. Gayung Kebonsari 56B, Kel. Gayungan, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur pada Jumat, 03 Juli 2026.

Kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti Nota Kesepahaman Menteri Sosial dengan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Nomor 12 Tahun 2026 dan Nomor: Pt309/UN.07/1/R/HM.01/05/2026 tanggal 9 Mei 2026 tentang Sinergi Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Perjanjian Kerjasama Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial dengan Wakil Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Nomor 51/4/HK.01/5/2026 dan Pt-340/UN.07/1/R/HM.01/05/2026 tanggal 9 Mei 2026 tentang Gerakan Peduli Panti Sosial Bermutu.

Plt. Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., dalam paparannya menjelaskan mengenai banyaknya permasalahan sosial yang terjadi ditengah masyakarat. Kasus penyalahgunaan narkotika, kekerasan seksual, human trafficking, dan lain sebagainya.

Di sinilah pentingnya peran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), mulai dari Rehabilitasi Psikososial, Perlindungan dan Kerahasiaan Identitas, Pemberdayaan ekonomi dan Vokasi, serta Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Masalah sosial itu, masalah bersama. Maka, Kementerian Sosial tidak boleh dibiarkan sendirian untuk memikirkan problem sosial seperti ini,” ujar Prof. Muzakki.

Lebih lanjut dijelaskan Plt. Rektor, bahwa problem sosial adalah problem bangsa dimana pendekatannya harus pentahelix. Perguruan tinggi, lanjut Rektor, harus hadir menjalin sinergi dan kolaborasi dengan kementerian sosial. Dalam rangka memecahkan berbagai problem sosial di masyarakat. “Inilah yang melatarbelakangi, kenapa UINSA harus hadir membersamai kementerian sosial melalui kerja-kerja tridharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat,” tegas Prof. Muzakki.

Berbagai skema riil ditawarkan UINSA dalam kaitannya dengan kontribusi di bidang kesejahteraan sosial, khususnya untuk rehabilitasi sosial. “Kita akan memaksimalkan potensi akademik dan sekaligus sumber daya manusia lewat keahlian yang dimiliki di beberapa bidang untuk dikolaborasikan. Mulai dari konseling, psikologi klinis, tasawuf dan psikoterapi untuk konteks penguatan psikososial korban, penyelenggara layanan, juga keluarga korban,” jelas Prof. Muzakki.

Selain itu, UINSA juga akan melibatkan akademisi untuk terjun langsung melakukan pendampingan ke panti-panti, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), Sekolah Rakyat di bawah naungan Dinas Sosial. “Kegiatan ini akan melibatkan beberapa prodi di Fakultas di antaranya Fakultas Psikologi dan Kesehatan: Prodi Psikologi, Prodi Gizi. Fakultas Dakwah dan Komunikasi: Prodi BKI dan PMI. Fakultas Ushuluddin dan Filsafat: Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, Prodi IAT. Serta prodi di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,” pungkas Prof, Muzakki dalam rapat tindak lanjut, segera pasca mengisi kegiatan di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. (Nur/Humas)

Redaktur: Nur Hayati
Editor Foto: MN. Cahaya/Kamal

Tag Post :

Categories