Monitoring KIP Kuliah 2026 di UINSA, Kemenag Dorong Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan Syariah

UIN Sunan Ampel Surabaya
August 28, 2026

Monitoring KIP Kuliah 2026 di UINSA, Kemenag Dorong Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan Syariah

UINSA Newsroom, Jumat (28/08/2026); Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., hadir di Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dalam kegiatan “Monitoring Program KIP Kuliah Kemenag 2026 dan Literasi Inklusi Keuangan Syariah,” Jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Amphitheater Kampus A, Jalan A. Yani, UINSA Surabaya, tersebut menjadi bagian dari monitoring pelaksanaan Program KIP Kuliah sekaligus penguatan literasi keuangan syariah bagi mahasiswa penerima beasiswa.

Hadir mewakili UINSA, Plt. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si. Turut hadir Senior Vice President PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., Gunawan Arief Hartoyo.

Sejumlah narasumber juga dihadirkan, untuk memberikan materi dalam kegiatan tersebut, yakni Ketua Tim Kerja Beasiswa Pendidikan Keagamaan dan Afirmasi Kemenag RI, Dr. H. Amiruddin Kuba, S.Ag., M.A., CWC.; Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari; serta Vice President PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., Harsaid Yusuf Bahtiar.

Dalam sambutannya, Prof. Muhid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Kementerian Agama RI, atas kepercayaan kepada UINSA sebagai salah satu perguruan tinggi penerima manfaat Program KIP Kuliah.

Ia berharap kegiatan monitoring dapat memastikan pelaksanaan Program KIP Kuliah di UINSA berjalan dengan baik, termasuk dalam aspek pelaporan. “InsyaAllah, UINSA pelaporannya setiap tahun clear,” ujar Prof. Muhid.

Selain monitoring program, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian pada literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya bagi mahasiswa penerima beasiswa. Menurut Prof. Muhid, edukasi keuangan penting diberikan kepada Gen-Z agar mereka memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan serta terhindar dari praktik keuangan ilegal atau yang melanggar hukum.

Ia juga mengingatkan mahasiswa penerima beasiswa agar mampu mengelola dana yang diterima secara bijak. Menurutnya, beasiswa tidak hanya perlu dipandang sebagai bantuan untuk kebutuhan akademik, tetapi juga harus dikelola dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup mahasiswa.

“UKT sudah terbayarkan, tapi kan tetap ada living cost. Jangan sampai dapat beasiswa, uangnya justru habis hanya untuk hal yang konsumtif,” imbuhnya.

Sebagaimana disampaikan, Senior Vice President PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., Gunawan Arief Hartoyo, menyampaikan bahwa UINSA merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi kampus penyalur Beasiswa KIP Kuliah bagi 350 mahasiswa. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total penerima Program KIP Kuliah yang mencapai sekitar 43.000 mahasiswa di seluruh Indonesia.

Gunawan menjelaskan, Program KIP Kuliah merupakan salah satu dari tujuh program Kementerian Agama RI yang dijalankan melalui kemitraan dengan BSI. “Bank Syariah Indonesia selain kita beroperasi secara komersial, layaknya sebuah bank. Sebagai BUMN, kita juga ikut menyalurkan program-program pemerintah,” tegas Gunawan.

Sementara itu, Direktur Diktis Kemenag RI, Prof. Dr. (Phil.) Sahiron, M.A., dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa penerima beasiswa untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Ia mengaitkan pesan tersebut dengan tafsir Surah Al-Kautsar yang mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diterima. “Perintahnya dua. Ketika Kanjeng Nabi Muhammad mendapatkan kenikmatan, pertama, salat. Kedua, berkurban,” ujar Prof. Sahiron.

Menurutnya, berkurban tidak hanya dimaknai dalam konteks ibadah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui semangat berbagi dan memberikan manfaat kepada orang lain sebagai bentuk rasa syukur. “Berbagilah, sekalipun itu sedikit,” imbuhnya.

Selain mengingatkan pentingnya bersyukur dan berbagi, Prof. Sahiron juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan sesuai bidang yang diminati. Kemampuan berbahasa asing, menurutnya, juga perlu ditingkatkan sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.

Melalui kegiatan monitoring dan literasi keuangan syariah tersebut, para mahasiswa penerima KIP Kuliah diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan beasiswa untuk mendukung keberlangsungan pendidikan, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. (Nur/Humas)

Redaktur: Nur Hayati
Foto: MN. Cahaya
Highlight: Kamal/Mualam

Tag Post :

Categories