SURABAYA, – Pusat Kajian Pedesaan dan Politik Lokal (Pukappol) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar rapat internal penyamaan persepsi yang berlangsung di Ruang Laboratorium FISIP pada pukul 13.00 hingga 14.30 WIB. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas serta pengurus pimpinan pusat kajian untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan. Fokus utama rapat ini adalah menyelaraskan pemahaman terkait struktur kepengurusan yang baru dibentuk, sekaligus menyusun agenda strategis untuk mentransformasi Pukappol menjadi salah satu pusat studi yang berdampak signifikan bagi masyarakat secara luas.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Plt. Dekan FISIP UINSA, Prof. Dr. H. Abd. Chalik, M.Ag., yang langsung memberikan arahan terkait restrukturisasi lembaga. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pembentukan struktur baru ini berlandaskan Surat Keputusan (SK) Nomor 08 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Pusat Kajian Perdesaan dan Politik Lokal yang telah ditandatangani pada 6 Januari 2026. Dekan menjelaskan bahwa pembaruan kepengurusan ini bertujuan untuk membuat Pukappol bergerak lebih fungsional, tak sekadar menjadi wadah administratif, melainkan aktif melahirkan kerja-kerja substantif yang menjawab dinamika sosial-politik di tingkat lokal.
Melalui struktur baru tersebut, Pukappol kini diperkuat oleh figur-figur akademisi yang siap mengeskalasi kinerja lembaga secara kolektif. Amanah Direktur Pukappol dipercayakan kepada Dr. Zudan Rosyidi, M.A., dengan didampingi oleh Ajeng Widya Prakasita, M.A. selaku Managing Director, serta Dr. Zaky Ismail, M.S.I. yang menjabat sebagai Sekretaris Pusat Kajian. Sementara itu, untuk memperkuat pilar keilmuan dan publikasi, Divisi Riset dan Kajian Strategis dipimpin oleh Dr. H. Muhdi, M.Si., bersanding dengan Divisi Tata Kelola Pemerintahan Lokal dan Kebijakan Publik, serta Divisi Publikasi dan Diseminasi yang dikoordinasikan oleh Dr. M. Zainor Ridho., S.Pd., M.Si.
Salah satu fokus utama yang ditekankan Dekan adalah pentingnya membangun jaringan komunikasi yang intensif dan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat lokal. Pukappol didorong untuk merangkul Bappeda, Bakesbangpol, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), hingga pemerintah desa dalam menyusun riset dan indeks pembangunan. Saat ini, penjajakan kerja sama telah merambah ke beberapa wilayah seperti Kabupaten Gresik, Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Ke depan, target diperluas hingga mencakup dua pertiga kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk penjajakan ke Situbondo, Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.
Guna menyokong ekspansi jejaring tersebut, Pukappol telah menyiapkan program penelitian dan pendampingan unggulan yang siap ditawarkan kepada pemerintah daerah. Saat ini, tim peneliti tengah mematangkan tiga Terms of Reference (ToR) kajian utama, yakni Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB), Pendampingan Pengisian Perangkat Desa, serta Indeks Kesalehan Sosial. Ketiga instrumen riset ini dirancang untuk menjadi solutif, kualifid, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, sehingga mampu menegaskan posisi Pukappol sebagai mitra strategis pembuat kebijakan.
Di sisi lain, peneliti Pukappol, Dr. H. Andi Suwarko, S.Ag., M.Si., memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya memperkuat citra dan reputasi lembaga di ruang publik. Menurutnya, potensi sumber daya manusia yang dimiliki Pukappol sangat mumpuni untuk bersaing dalam menghasilkan analisis terhadap isu-isu aktual. Ia mengusulkan agar hasil analisis akademis dikemas secara modern melalui media podcast serta dieksekusi melalui survei publik yang berdampak luas. Langkah ini dinilai efektif untuk melambungkan reputasi Pukappol di kancah nasional.
Lebih lanjut, Andi Suwarko juga menggagas pembentukan basis data (database) politik lokal yang komprehensif, mencakup data pemilu, kebijakan publik, hingga pemetaan peta politik daerah. Basis data terpadu yang dibangun secara berkelanjutan ini diproyeksikan menjadi aset riset yang sangat berharga dalam satu tahun mendatang, baik untuk kebutuhan akademik maupun kerja sama dengan lembaga mitra. Selain itu, program Visiting Fellowship dan bimbingan intensif riset turut dirancang guna memfasilitasi pengembangan kapasitas intelektual para peneliti muda di lingkungan kampus.
Terkait implementasi kerja sama teknis, Pak Zaky Ismail melaporkan perkembangan tindak lanjut penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Kota Probolinggo. Zaki menjelaskan bahwa seluruh kelengkapan administratif, seperti profil lembaga, Kerangka Acuan Kerja (KAK), proposal kegiatan, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB), sedang difinalisasi dan ditargetkan rampung pada awal Agustus. Proyek riset lapangan ini dijadwalkan langsung berjalan pasca dokumen disepakati, dengan target penyerahan laporan akhir dalam durasi 40 hari kerja atau sebelum memasuki bulan Oktober.
Sementara itu, Pak Ridho selaku Koordinator Divisi Publikasi dan Diseminasi memaparkan strategi diseminasi produk pemikiran Pukappol agar tidak berhenti di perpustakaan semata. Ia mendorong kolaborasi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan, seperti policy brief, draf buku riset, hingga penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD). Salah satu peluang strategis yang tengah dijajaki adalah memberikan masukan kritis dalam bentuk draf buku dan kajian akademis terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu melalui saluran komunikasi resmi kepada Sekretariat Jenderal terkait.
Dukungan terhadap penguatan fungsi jejaring juga disampaikan oleh Managing Director Pukappol, Ibu Ajeng. Ia menginformasikan adanya peluang kemitraan dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dalam pengembangan program “Kampung Pancasila”. Dalam skema ini, BRIDA dapat berperan sebagai hub yang menghubungkan Pukappol dengan berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah. Kemitraan ini dinilai sangat strategis untuk memperluas jangkauan pengabdian dan riset terapan yang menyentuh langsung lapisan masyarakat paling bawah.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Dekan FISIP UINSA dalam arahan penutupnya menegaskan kembali bahwa kerja-kerja konkret Pukappol merupakan cerminan langsung dari portofolio akademik fakultas. Beliau mendorong agar ruang Pukappol senantiasa dihidupkan dengan aktivitas ilmiah, termasuk melahirkan wadah ‘Peneliti Pukappol Muda’ bagi para mahasiswa.
Rapat koordinasi yang berlangsung hangat dan produktif ini ditutup dengan kesepakatan untuk mengawal langkah-langkah akselerasi tim. Dalam waktu dekat, utusan Pukappol siap diterjunkan ke berbagai dinas dan instansi daerah dengan membawa minimal 2 proposal riset unggulan. Melalui semangat kebersamaan dan konsistensi tata kelola yang profesional, Pukappol optimis mampu mentransformasi diri menjadi ikon kebanggaan FISIP UINSA yang tidak hanya unggul dalam diskursus ilmiah, tetapi juga menghadirkan kemanfaatan nyata bagi pembangunan masyarakat perdesaan dan dinamika politik lokal.(ASE)