
Program ekstrakurikuler merupakan salah satu kegiatan yang mendukung pengembangan potensi peserta didik di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Selama pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I di MINU Ngingas Waru Sidoarjo, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya berkesempatan mengamati secara langsung pelaksanaan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu. Program ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum sekolah yang bertujuan mengembangkan minat, bakat, serta karakter peserta didik secara menyeluruh. Berdasarkan Dokumen Kurikulum MINU Ngingas Waru Tahun Ajaran 2026/2027, kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan sebagai sarana pengembangan potensi peserta didik dengan tetap mengintegrasikan nilai-nilai Panca Cinta, yaitu Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu Pengetahuan, Cinta Diri Sendiri, Cinta Sesama Manusia, serta Cinta Lingkungan dan Tanah Air. Pada kegiatan observasi ini, mahasiswa PLP I mengamati beberapa ekstrakulikuler, yaitu Pramuka, Qiraah, Tari, Pagar Nusa, Catur, dan Seni Rupa (Menggambar).
Kegiatan Pramuka menjadi salah satu ekstrakurikuler yang bertujuan membentuk karakter peserta didik melalui penanaman sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta kemandirian. Dalam pelaksanaannya, peserta didik mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan yang dipandu oleh pembina sehingga mereka dapat belajar bekerja sama, menghargai sesama, serta menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab. Hal tersebut sesuai dengan Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, yang menjelaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan Pramuka menjadi salah satu upaya yang dilakukan MINU Ngingas Waru Sidoarjo dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki sikap disiplin, peduli, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan lingkungan sekitar.
Selain kegiatan Pramuka, sekolah juga menyelenggarakan ekstrakurikuler Qiroah yang bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Kegiatan ini dilakukan melalui latihan membaca Al-Qur’an secara rutin di bawah bimbingan guru pembina sehingga peserta didik dapat meningkatkan kemampuan membaca, melatih keberanian tampil di depan orang lain, serta membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Adapun ekstrakurikuler Tari menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri melalui kegiatan seni. Melalui latihan tari, peserta didik belajar mengkoordinasikan gerakan, menjaga kekompakan dalam kelompok, serta menghargai proses latihan sebelum menampilkan hasil yang terbaik. Dengan adanya kegiatan Qiraah dan Tari, sekolah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik maupun non akademik secara seimbang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki.
Kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang diamati oleh mahasiswa PLP I yaitu Pagar Nusa, Catur, dan Seni Rupa (Menggambar). Ekstrakurikuler Pagar Nusa menjadi salah satu kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan fisik sekaligus membentuk karakter peserta didik melalui olahraga bela diri. Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk memiliki sikap disiplin, percaya diri, mampu mengendalikan diri, serta memiliki rasa tanggung jawab. Selain itu, kegiatan Pagar Nusa juga mengajarkan pentingnya sikap sportif dan menghargai orang lain. Sementara itu, ekstrakurikuler Catur menjadi salah satu kegiatan yang dapat melatih kemampuan berpikir peserta didik. Permainan catur tidak hanya membutuhkan keterampilan bermain, tetapi juga melatih konsentrasi, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan menyusun strategi dalam mengambil keputusan. Adapun ekstrakurikuler Seni Rupa (Menggambar) menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan menuangkan ide melalui sebuah karya seni. Melalui kegiatan menggambar, peserta didik dapat meningkatkan imajinasi, ketelitian, serta rasa percaya diri terhadap hasil karya yang telah dibuat. Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa MINU Ngingas Waru Sidoarjo memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, baik dalam bidang keagamaan, keterampilan, olahraga, maupun seni.
Dari keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang diamati selama pelaksanaan PLP I di MINU Ngingas Waru Sidoarjo, dapat diketahui bahwa program ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Melalui kegiatan Pramuka, Qiraah, Tari, Pagar Nusa, Catur, dan Seni Rupa (Menggambar), sekolah berupaya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain mengembangkan keterampilan tertentu, kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi sarana dalam membentuk karakter peserta didik seperti disiplin, tanggung jawab, kerjasama, kreativitas, percaya diri, serta sikap religius. Hal ini sesuai dengan tujuan implementasi kurikulum MINU Ngingas Waru Sidoarjo yang tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan dan karakter peserta didik melalui berbagai program pendukung sekolah.
Melalui kegiatan observasi program ekstrakurikuler ini, mahasiswa PLP I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya memperoleh pengalaman nyata mengenai pentingnya kegiatan pengembangan diri dalam proses pendidikan. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui kegiatan di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan pembiasaan yang mampu membentuk karakter dan menggali potensi peserta didik. Program ekstrakurikuler di MINU Ngingas Waru Sidoarjo menjadi salah satu contoh bahwa sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik secara akademik maupun non akademik. Melalui pengalaman ini, mahasiswa PLP I mendapatkan inspirasi sebagai calon guru untuk dapat merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan minat, bakat, serta karakter peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.