Mahasiswa KKN UINSA 138  Dampingi UMKM Tempe Sanjaya, Perkuat Legalitas, Branding, dan Digitalisasi Usaha

Fakultas Ushuludin & Filsafat
August 3, 2026

Mahasiswa KKN UINSA 138  Dampingi UMKM Tempe Sanjaya, Perkuat Legalitas, Branding, dan Digitalisasi Usaha

Probolinggo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 138  Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melaksanakan pendampingan kepada UMKM Tempe Sanjaya di Desa Klenang Lor, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo Pada tanggal 15 Juli 2026. Pendampingan dilakukan sebagai upaya mendukung pengembangan usaha melalui penguatan legalitas, identitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital agar usaha lokal semakin dikenal masyarakat.

UMKM Tempe Sanjaya merupakan usaha rumahan milik Bapak Hasan yang telah beroperasi sejak tahun 2018. Setiap hari, usaha ini memproduksi tempe kedelai murni yang dipasarkan ke Pasar Kraksaan Semampir dan didistribusikan kepada pelanggan tetap. Berkat kualitas produk yang terus dijaga, Tempe Sanjaya mampu mempertahankan kepercayaan konsumen hingga saat ini.

Saat melakukan observasi awal, tim KKN menemukan bahwa usaha tersebut memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat, seperti legalitas usaha, identitas produk, dan media promosi. Pada saat itu, Tempe Sanjaya belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), belum memiliki desain kemasan produk, serta lokasi usaha belum terdaftar di Google Maps. Selain itu, rumah produksi juga belum memiliki penanda yang menunjukkan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat produksi Tempe Sanjaya sehingga masyarakat yang baru pertama kali datang cukup kesulitan menemukannya.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN 138 UINSA menyusun beberapa program pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. Salah satu program utama adalah mendampingi proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Pendampingan dilakukan secara langsung mulai dari proses pendaftaran hingga dokumen berhasil diterbitkan. Setelah NIB selesai diterbitkan, mahasiswa juga membantu mencetak dokumen tersebut sebagai bentuk dokumen nyata legalitas usaha yang dapat dilihat oleh konsumen maupun mitra usaha.

Pada aspek branding, mahasiswa KKN 138 UINSA merancang desain kemasan produk  sebagai identitas visual UMKM Tempe Sanjaya. Meskipun belum digunakan secara resmi, desain tersebut diharapkan dapat menjadi ciri khas usaha Tempe Sanjaya di masa mendatang.

Tidak hanya itu, tim KKN 138 UINSA juga  turut membuat banner usaha yang dipasang di depan rumah produksi. Keberadaan banner ini bertujuan agar masyarakat lebih mudah mengetahui bahwa lokasi tersebut merupakan tempat produksi Tempe Sanjaya. Banner juga menjadi media promosi sederhana agar masyarakat lebih mudah mengetahui dan mengenali lokasi produksi Tempe Sanjaya.

Sebagai bagian dari upaya digitalisasi, mahasiswa juga membantu mendaftarkan lokasi UMKM Tempe Sanjaya ke Google Maps. Dengan adanya titik lokasi tersebut, pelanggan kini dapat menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan UMKM Tempe Sanjaya.

Berbagai program yang telah dilaksanakan mendapat sambutan positif dari Bapak Hasan selaku pemilik UMKM Tempe Sanjaya. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usahanya, mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan desain kemasan, hingga pemasangan banner sebagai penanda lokasi usaha.

Terima kasih adik-adik KKN sudah membantu membuatkan NIB, desain kemasan, penitikan lokasi di Google Maps dan banner untuk usaha saya. Semoga sukses selalu untuk kedepannya,” ujar Bapak Hasan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 138 UIN Sunan Ampel Surabaya berharap Tempe Sanjaya dapat terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Pendampingan ini menjadi bukti bahwa langkah-langkah sederhana, seperti mengurus legalitas usaha, memperkuat branding, memasang banner usaha, hingga memanfaatkan platform digital, dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM apabila dilakukan secara berkelanjutan.

Penulis: Farah Meidyani Wardana, Mutiara Tsania Faza, Octavia Dwi Aristanti, M. Wafi Asyroki

Tag Post :

Media Center FUF

Categories