Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis. Nadya Afidati, mahasiswi semester 6 asal Tuban, berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya pada jurnal TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin yang terakreditasi SINTA 2 dengan judul “Salafi Digital Da’wah and the Framing of Hadith on Obedience to Rulers: A Netnography of @ShahihFiqih on Instagram.” yang berhasil publish pada 30 Juni 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat menghasilkan karya ilmiah berkualitas sejak masih berada di bangku perkuliahan. Menariknya, artikel yang berhasil diterbitkan ini juga akan digunakan sebagai pengganti skripsi sesuai dengan kebijakan akademik yang berlaku.
Bagi Nadya, ketertarikan terhadap dunia kepenulisan telah tumbuh sejak kecil. Ia mengaku terinspirasi oleh sang ayah yang memiliki minat besar di bidang sastra. Dari situlah ia mulai menulis puisi, esai, hingga artikel populer yang kemudian dipublikasikan di berbagai platform seperti Kalimah Sawa, Kuliah Islam, dan Islamika Online.
Meski demikian, Nadya tidak menganggap dirinya sebagai sosok yang sangat gemar menulis. Menurutnya, menulis merupakan media untuk menuangkan hasil eksplorasi terhadap berbagai hal yang menarik perhatiannya. “Aku sebenarnya bukan tipe orang yang menganggap diri sebagai pecinta menulis banget. Aku cuma memang suka mengeksplor banyak hal, dan menulis itu salah satu cara untuk menuangkan hasil eksplorasi itu. Sebagai mahasiswa Ilmu Hadis, aku juga merasa menulis dan memublikasikan artikel adalah bentuk tanggung jawab atas ilmu yang sudah dipelajari,” ungkapnya.
Artikel yang ditulis Nadya mengangkat fenomena dakwah digital di media sosial, khususnya bagaimana akun Instagram @ShahihFiqih membingkai hadis tentang ketaatan kepada pemimpin. Ide penelitian tersebut muncul setelah ia mengamati unggahan akun tersebut yang mengkritisi gelombang demonstrasi pada tahun 2025 dengan menggunakan hadis mengenai kewajiban taat kepada pemimpin, meskipun dianggap zalim.
Fenomena tersebut menarik perhatian Nadya karena hadis yang digunakan memang tercantum dalam kitab Shahih al-Bukhari. Berangkat dari rasa ingin tahu tersebut, ia kemudian mengkajinya melalui pendekatan netnografi sebagai tugas mata kuliah yang diampu Prof. Zamzami. Penelitian tersebut berkembang hingga akhirnya berhasil diterbitkan pada jurnal bereputasi.
Perjalanan menuju publikasi tidak selalu berjalan mulus. Nadya mengaku tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri, seperti rasa malas membuka laptop dan kebingungan menentukan arah penulisan. Meski demikian, proses penyusunan hingga artikel diterbitkan hanya memerlukan waktu sekitar satu bulan.
Selama proses tersebut, ia memperoleh banyak arahan dari para dosen. Pada tahap awal artikel dibimbing melalui mata kuliah Prof. Zamzami dan mendapatkan masukan dari Bapak Muhammad Lutfi. Setelah perkuliahan berakhir, proses penyempurnaan artikel dilanjutkan bersama Bapak Hasan Mahfudh. Secara resmi, artikel ini dibimbing oleh Bapak Hasan Mahfudh dan Ibu Rif’iyatul Fahimah. Saat menerima kabar bahwa artikelnya diterima oleh jurnal SINTA 2, Nadya mengaku sangat bersyukur dan bahagia. “Senang banget, apalagi artikel ini bisa menjadi pengganti skripsi. Rasanya semua proses yang sudah dilewati benar-benar terbayarkan.”
Kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejaknya, Nadya berpesan agar tidak takut memulai. Menurutnya, keberanian untuk mengirimkan naskah ke jurnal merupakan langkah penting dalam proses belajar sebagai akademisi. “Jangan ragu dan jangan mikir sulitnya dulu. Kalau punya gagasan atau sedang mengkritisi sesuatu, tulis saja. Jangan takut kalau nanti hasilnya belum sesuai harapan atau ditolak jurnal. Itu bagian dari proses, mungkin hanya belum sesuai dengan ruang lingkup jurnalnya. Intinya, berani submit itu keren.”
Prestasi yang diraih Nadya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif meneliti, menulis, dan mempublikasikan karya ilmiah. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat belajar, rasa ingin tahu, dan konsistensi dalam mengembangkan gagasan mampu menghasilkan karya yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang kajian hadis dan media digital.
Oleh: A. Solihein Ridha